Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

BPBD Semarang Kirim Air Bersih dan Dua Armada Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir di Cangkiran

"Hari ini kami juga sudah kirim dapur umum dua armada. Sampai berapapun kami support," ucapnya

Tayang:
Editor: muslimah
IST
Pemotor berusaha melintasi genangan air saat banjir melanda Puri Delta Asri 2 Mijen, Semarang, Kamis (19/11/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang bergerak cepat menanggulangi banjir yang terjadi di wilayah Cangkiran, Kecamatan Mijen, Kamis (19/11/2020) malam.

Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono mengatakan, begitu mendapatkan informasi wilayah tersebut dilanda banjir, BPBD langsung membantu warga melakukan pembersihan lumpur hingga sekitar pukul 02.00.

"Pada malam itu juga sekitar pukul 02.00 sudah surut. Sudah ada pemebersihan lumpur-lumpur, dilanjut pagi tadi," papar Winarsono, Jumat (20/11/2020).

Dia melanjutkan, BPBD mengirim bantuan air bersih untuk menyikapi kebutuhan air bersih bagi warga Cangkiran pasca kejadian banjir tersebut. Selain itu, pihaknya juga mengirim dua armada dapur umum untuk membantu konsumsi warga. Dia berkoordinasi dengan pemangku wilayah setempat untuk membuka dapur umum di sana.

"Hari ini kami juga sudah kirim dapur umum dua armada. Sampai berapapun kami support," ucapnya.

Dia memaparkan, wilayah Cangkiran Mijen sebenarnya tidak masuk dalam peta rawan bencana banjir. Ia pun tidak menduga banjir terjadi di wilayah sana. Menurutnya, ini merupakan dampak fenomena la nina.

"Hujan deras, angin kencang
Dampak dari fenomena la nina ini sudah jalan diperkirakan sampai Februari. Kami sudah informasikan ke masyarakat agar waspada," katanya. 

Dia menyebutkan, penyebab banjir di wilayah itu terjadi karena meluapnya air di daerah aliran sungai (DAS) yang melintang di perumahan Puri Delta Asri II blok D Cangkiran.

DAS yang merupakan perbatasan antara Kota Semarang dan Kendal tersebut meluap hingga masuk ke kampung-kampung.

"Bukan jebol, tapi meluap karena hujannya deras. Aliran dari daerah atas juga deras," katanya. 

Sementara, Pjs Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto mengatakan, Pemerintah Kota Semarang selalu memgantisipasi bencana baik banjir maupun tanah longsor.

"Kejadian semalam, kami datangkan mesin pompa kami sedot alhamdulillah teratasi. Memang ada satu dua pompa yang dalam perbaikan tapi tidak menganggu bagaimana mengatur air di Semarang," paparnya.

Selama musim penghujan ini, sambung dia, petugas terus siaga mengantisipasi adanya bencana di Kota Semarang. Pihaknya berupaya secara cepat bencana dapat tertangani. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved