Breaking News:

Berita Jateng

Habib Luthfi Sebut Ada Yang Lebih Harus Diwaspadai Masyarakat Ketimbang Covid-19

"Kalau covid, maaf, pakai masker dan cara hidup sehat, sudah cukup. Tapi yang merongrong masalah ideologi, itu lebih,"

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Mamdukh Adi Priyanto
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo bersama perwakilan tokoh agama dan masyarakat membahas persoalan terkait covid dan ideologi bangsa di Gedung Gradhika Bakti Praja, Jumat (20/11/2020). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - "Kalau covid, maaf, pakai masker dan cara hidup sehat, sudah cukup. Tapi yang merongrong masalah ideologi, itu lebih," kata Habib Luthfi saat acara Sarasehan Kebangsaan bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja Provinsi Jawa Tengah, Jumat (20/11/2020).

Ulama kharismatik asal Pekalongan yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini mengajak tokoh agama dan masyarakat untuk membendung dan membentengi supaya masyarakat tidak terkontaminasi hal yang merugikan.

Menurutnya, ada kemerosotan rasa nasionalisme di tengah masyarakat lantaran banyak yang melupakan sejarah. Jika masyarakat tahu sejarah, bagaimana berdirinya bangsa ini, nasionalisme akan semakin kuat.

"Kalau banyak melupakan sejarah, bagaimana nasionalisme semakin kuat? Pendukung dari rasa nasionalisme diantaranya kesehatan. Mentalitas yang merusak ideologis bangsa harus dipikirkan lebih jauh," tandasnya.

Sarasehan Kebangsaan bertajuk Jaga Jawa Tengah Jaga Indonesia itu menghadirkan TNI, Polri, Kejaksaan dan BIN.

Tujuannya, untuk mengurai problem yang dihadapi dan mencari solusi secara bersama. Ada dua hal yang ditekankan dalam pembahasan pada pertemuan kali ini, yakni pandemi Covid-19 dan ideologi negara.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, secara tegas akan melawan bagi siapapun yang mencoba mengganggu keutuhan NKRI atau merubah ideologi Pancasila.

"Tadi sudah disampaikan Habib Luthfi bahwa pandemi ini serius, tapi persoalan ideologi jangan sampai abai," tegasnya.

Perwakilan tokoh antarumat beragama menyampaikan kondisi yang ada di umatnya masing-masing. Tokoh masyarakat juga menyampaikan kondisi Jawa Tengah. Baik soal ekonomi, sosial, dan politik.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved