Breaking News:

Berita Internasional

Jurnalis Penulis Biografi Donald Trump Sebut Presiden AS Itu Punya Masalah Emosi dan Psikis

Menurut jurnalis itu, Trump selalu memiliki sirkel di sekelilingnya yang mampu membuatnya kebal dari kesalahan dan lolos dari berbagai hal.

Editor: M Syofri Kurniawan
AP/EVAN VUCCI
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berpidato sebelum menyetujui seremoni dengan Presiden Serbia Aleksandar Vucic dan Perdana Menteri Kosovo Avdullah Hoti, di Oval Office Gedung Putih, Jumat (4/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Timothy O'Brien, jurnalis dan penulis biografi untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada awal era-2000, mengatakan bahwa presiden merupakan 'orang paling beruntung di muka bumi'.

Pada Jumat (20/11/2020), O'Brien berbicara kepada The AM Show tepat setelah pengacara pribadi Trump Rudolph (Rudy) Giuliani mengatakan dalam jumpa pers bahwa ada bukti penipuan dalam pemilihan presiden AS.

Presiden AS saat ini memang telah memperjuangkan bukti bahwa dia adalah pemenang yang sah dalam pemilu 3 November melalui jalur hukum.

Baca juga: Viral Kecelakaan di Purwokerto Ayla Tabrak CBR, Tawari Ganti Rugi Mobil dan Rumah, Ini Kata Saksi

Baca juga: Dicky Pelaku Pembunuhan DF Siswi Demak Juga Sering Ancam dan Lukai Putri Kandung Bapak Angkatnya

Baca juga: BREAKING NEWS: Banjir 1,6 Meter Landa Perum Delta Asri II Mijen Semarang, 150 Rumah Tergenang

Baca juga: Cerita Mistis Warsino Gilo Gilo Keliling Malam di Semarang Tengah Dihadang Pria Bermuka Rata

Usai jumpa pers itu, O'Brien mengungkap bahwa Trump memiliki semacam keyakinan yang aneh bahwa dia tahu hampir semua hal tentang apapun yang dia hadapi.

"Faktanya sebagian besar waktu yang ada dalam pikirannya adalah dia memikirkan tentang golf, tentang makanan, tentang uang, tentang seks, dan dia berpikir sangat sedikit selain itu," ungkap O'Brien.

Menurut jurnalis itu, Trump selalu memiliki sirkel di sekelilingnya yang mampu membuatnya kebal dari kesalahan dan lolos dari berbagai hal.

“Dia [Trump] dilahirkan di dalam keluarga kaya dan kekayaan ayahnya menutupi ketidakmampuannya sebagai pelajar, termasuk dalam menghadapi sejumlah masalah seperti kebangkrutan ketika dia menjadi seorang pengusaha.

Lalu di saat dia menjadi seorang selebriti dan dia mendapat ketenaran di sekitarnya yang memungkinkannya berperilaku layaknya seorang predator...

"Kemudian dia menjadi Presiden Amerika Serikat dan dia mendapatkan semua rangkaian perlindungan hukum yang memungkinkannya untuk menginjak-injak beberapa pedoman konstitusi yang tidak tertulis...

Dan sekarang dia mengobarkan perang di proses pemilihan AS hanya karena dia bisa.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved