Breaking News:

Berita Semarang

Perkenalkan Berbagai Jenis Tanaman Hias, Umi Gelar Expo Agro di Plaza Simpanglima Semarang

Animo masyarakat terhadap tanaman hias kian meningkat, terlebih di pandemi Covid-19 ini.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Pengunjung sedang melihat jenis taman hias anggrek dalam pameran Expo Agro Tanaman Hias 2020 yang berlangsung di Hall Bima Plasa Simpang Lima Matahari, Jumat (20/11/20). Pameran ini di ikuti oleh beberapa daerah di Kota Semarang. Selain taman hias juga ada hasil perkebunan yang di pamerkan seperti kopi yang siap di sedu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Animo masyarakat terhadap tanaman hias kian meningkat. Terlebih di pandemi Covid-19 ini, budidaya tanaman hias tak sekadar habi semata namun juga dapat menambah penghasilan.

Hal itulah yang mendasari pelaksanaan Expo Agro Tanaman Hias Sema

Expo Agro Tanaman Hias 2020 yang berlangsung di Hall Bima Plasa Simpang Lima Matahari, Jumat (20/11/20), diikuti oleh beberapa daerah di Kota Semarang. Selain taman hias juga ada hasil perkebunan yang di pamerkan seperti kopi yang siap di sedu.
Expo Agro Tanaman Hias 2020 yang berlangsung di Hall Bima Plasa Simpang Lima Matahari, Jumat (20/11/20), diikuti oleh beberapa daerah di Kota Semarang. Selain taman hias juga ada hasil perkebunan yang di pamerkan seperti kopi yang siap di sedu. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

rang 2020 yang dimulai 20 Nopember sampai 20 Desember 2020 mendatang di Hall Bima Plaza Simpanglima Semarang.

"Tujuan dari expo ini untuk memberdayakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat luas. Selain itu, kami ingin lebih mengenalkan berbagai jenis tanaman hias ke masyarakat luas," kata ketua panitia Expo Agro, Umi Chasanah, usai pembukaan, Jumat (20/11/2020).

Dikatakannya, tren tanaman hias kian meningkat terlebih pada pandemi ini. Di samping itu, banyak muncul pembudidaya pemula tanaman hias merupakan kalangan pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Sementara dari yang pemula, kemudian menjadi penghobi hingga akhirnya menjadi mata pencaharian.

"Mereka yang terkena PHK itu kemudian mencoba hal lain yaitu budidaya tanaman hias. Dan akhirnya menjadi mata pencaharian di tengah pandemi ini," paparnya.

Expo Agro tersebut diikuti belasan pembudidaya atau pelaku usaha tanaman hias dari Kota Semarang, Ungaran dan Salatiga. Berbagai tanaman hias dari yang termurah hingga mahal, dipamerkan dalam expo tersebut, di antaranya anggrek bulan dan lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM Kota Semarang, Bambang Suranggono mengatakan, Kota Semarang dengan visi misinya sampai 2021 yaitu menjadi kota perdagangan dan jasa. Untuk itu kegiatan ini sangat membantu dan sejalan dengan visi misi tersebut.

"Kita apresiasi Agro Expo ini karena menjadi bagian dari upaya Pemkot Semarang dalam mengkampanyekan urban farming," kata Bambang.

Bambang menuturkan, Kota Semarang sudah tumbuh menjadi kota metropolitan yang beberapa pemanfaatan lingkungan bergeser. Yang semula lahan pertanian masih luas menjadi berkurang. Karena sekarang menjadi perdagangan dan jasa, maka urban farming menjadi solusi ketercukupan pangan di Kota Semarang.

"Ini juga menjadi peluang di pandemi ini. Bagi masyarakat yang memiliki kecintaan merawat tanaman, bisa melakukan sendiri di rumah. Apalagi sekarang merawat tanaman di rumah termasuk tanaman hias, sekarang menjadi tren sendiri," ujarnya.

Menurutnya, budidaya tanaman hias sangat menarik. Pasalnya, selain menjadi aktivitas di rumah selama menjalani work from home (WFH) karena pandemi, juga menjadi tren dan juga mendatangkan nilai ekonomi.

"Peluang ini bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM tanaman hias untuk menambah pendapatan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved