Breaking News:

Berita Kudus

15 Desa di Kudus Terima SK Bupati, Hartopo Ingin Pulihkan Sektor Pariwisata‎ Pasca Pandemi

Pemkab Kudus memberikan SK desa wisata kepada 15 desa, di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Sabtu (21/11/2020).

Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Plt Bupati Kudus HM Hartopo meninjau wisata agro kopi Gunung Muria di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (21/11/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten ‎(Pemkab) Kudus memberikan surat keputusan (SK) desa wisata kepada 15 desa, di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Sabtu (21/11/2020).

Penetapan desa wisata melalui SK Bupati tersebut harapannya d

Plt Bupati Kudus HM Hartopo? meninjau wisata agro kopi Gunung Muria di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (21/11/2020).
Plt Bupati Kudus HM Hartopo? meninjau wisata agro kopi Gunung Muria di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (21/11/2020). (Tribun Jateng/Raka F Pujangga)

apat segera memulihkan roda perekonomian masyarakat desa pasca diterpa pandemi Covid-19.

"Masyarakat termasuk remaja desa dan pokdarwis (kelompok sadar wisata-red) bisa ikut terlibat dalam mengembangkan desa wisata," jelas dia.‎‎

Hartopo mengatakan, keberadaan desa wisata tersebut diharapkan juga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya sektor pariwisata memiliki kontribusi yang cukup besar bagi PAD Kabupaten Kudus.

‎"Tentunya ini dapat membantu meningkatkan pendapatan asli desa," ujar dia.

‎Adapun 15 desa yang menerima SK terdiri dari lima desa wisata berkembang dan 10 desa wisata dalam klasifikasi rintisan.

Pihaknya juga berpesan, sejumlah desa wisata tersebut tetap mengutamakan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya ‎penyebaran Covid-19.

"‎Saya minta protokol kesehatan tetap yang utama, setiap pengunjung yang datang harus memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," ujarnya.

‎Pada kesempatan itu, pihaknya sekaligus meresmikan wisata agro kopi Gunung Muria di Desa Japan.

Wisata agro kopi diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Kudus.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Bergas Catursasi menjelaskan, sektor pariwisata di Kabupaten Kudus harus kembali bangkit.

Hal itu menyusul ditutupnya sejumlah tempat wisata sejak pandemi berlangsung di awal tahun 2020. ‎"

Pada masa pandemi ini pariwisata harus bangkit," ujar dia. Apalagi, kata dia, PAD ‎sektor pariwisata merosot tajam dari target yang ditetapkan sebesar Rp 3 miliar pada tahun 2020.

"PAD sektor pariwisata sampai saat ini baru tercapai sekitar Rp 1,1 miliar," ujarnya.

Bergas berharap, penetapan 15 desa wisata tersebut dapat mendorong roda perekonomian di Kudus.

"Melalui desa wisata kami berharap mampu menopang perekonomian di Kudus," tandasnya. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved