Breaking News:

Berita Karanganyar

Disparpora Karanganyar Siapkan Strategi untuk Antisipasi Libur Panjang Akhir Tahun

Disparpora Karanganyar siapkan strategi untuk antisipasi lonjakan pengunjung wisata saat libur panjang akhir tahun. 

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Kepala Disparpora Karanganyar, Titis Sri Jawoto 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar menyiapkan strategi untuk mengantisipasi adanya lonjakan pengunjung wisata saat libur panjang akhir tahun. 

Kepala Disparpora Karanganyar, Titis Sri Jawoto menyampaikan, untuk mengantisipasi potensi lonjakan pengunjung saat libur panjang, pengelola tetap diminta supaya memperketat protokol kesehatan. Di sisi lain, sebelumnya Disparpora Karanganyar juga telah mendorong pelaku usaha pariwisata supaya membentuk Satgas Covid-19 intern. 

Menurutnya, promosi wisata yang baik di tengah kondisi pandemi seperti saat ini ialah memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa destinasi yang mereka kunjungi aman dan nyaman. Itu ditandai dengan adanya Satgas Covid-19 intern yang dapat memantau langsung terkait penerapan protokol kesehatan baik itu untuk pengunjung dan pengelola. 

"Kalau diperkirakan ada peningkatan pengunjung, saya dorong untuk menaikan tiket kalau perlu. Itu untuk mengurangi kepadatan pengunjung. Nanti ada imbauan tertulis begitu juga diskusi secara virtual dengan pengelola usaha wisata," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (21/11/2020). 

Dengan begitu, selain dapat mengurangi  kepadatan pengunjung, juga dalam rangka pemerataan kunjungan wisata ke sejumlah objek wisata di Karanganyar. Menurutnya, diprediksikan pengunjung cenderung akan berkunjung ke wilayah Tawangmangu daripada daerah lain saat libur panjang

Dia menjelaskan, apabila menurut penilaian dinas terkait satu objek wisata itu akan mengalami peningkatan pengunjung saat libur panjang, dinas akan menyarankan kepada pengelola supaya menaikan tiket masuk. 

"Nominalnya tergantung pengelola. Kalau tidak, ya tidak masalah. Tapi nanti dinas akan menerapkan pembatasan jumlah pengunjung. Pembatasan tergantung kapasitas objek wisata masing-masing," jelas Titis. 

Dia berharap, pengelola wisata dapat membantu pemerintah dalam rangka upaya memutus mata rantai serta mengantisipasi potensi penyebaran virus Covid-19. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved