Breaking News:

Berita Semarang

Hujan Deras dan Angin Kencang, Rumah Tak Layak Huni Milik Muis di Genuk Semarang Nyaris Roboh

Atap rumah Muhammad Muis porak-poranda diterjang angin kencang disertai hujan deras, Sabtu (21/11/2020) sore.

Tribun Jateng/Iwan Arifianto.
Atap rumah milik Muhammad Muis yang porak-poranda diterjang angin kencang disertai hujan deras pada Sabtu (21/11/2020) sekira pukul 04.30 WIB. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Atap rumah milik Muhammad Muis porak-poranda diterjang angin kencang disertai hujan deras yang terjadi pada Sabtu (21/11/2020) sekira pukul 04.30 WIB.

BPBD Kota Semarang didampingi Kelurahan Karangroto memberikan bantuan kepada M Muis yang rumahnya hampir roboh akibat hujan deras dan angin kencang, Sabtu (21/11/2020).
BPBD Kota Semarang didampingi Kelurahan Karangroto memberikan bantuan kepada M Muis yang rumahnya hampir roboh akibat hujan deras dan angin kencang, Sabtu (21/11/2020). (Istimewa)

Rumah tak layak huni (RTLH) tersebut berada di Jalan Karangroto Barat 4 RT 6 RW 3, Kelurahan Karangroto, Genuk, Kota Semarang. 

"Tadi sore sudah kami salurkan bantuan kepada pemilik rumah," ujar Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono saat dihubungi Tribunjateng.com. 

Bantuan berupa sembako dan kebutuhan rumah tangga langsung diterima oleh Muhammad Muis dan keluarga. 

Muhammad Muis ternyata terhitung keluarga tidak mampu.  Hal ini ditegaskan Lurah Karangroto, Winarni. 

"Beliau tidak bekerja sehingga untuk kehidupan sehari-hari mengandalkan dari adiknya," terangnya. 

Dia mengatakan, kronologi atap rumah korban yang rusak lantaran hujan deras dan angin kencang.  Akibatnya atap ambrol bagian ruang tengah, kamar mandi,dan dapur. 

Kerusakan paling parah di bagian dapur yang nyaris roboh.  Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. 

Untuk di Kelurahan Karangroto hanya satu rumah yang rusak lantaran sudah lapuk yakni milik M Muis. 

"Rumah itu dihuni 2 KK dan 7 jiwa," terangnya. 

Berhubung rumah milik M Muis yang tidak layak huni, pihak kelurahan akan mengajukan ke Dinas terkait agar rumahnya mendapat program RTLH. 

"Keluarga korban juga tergolong tidak mampu sehingga kami usahakan dapat  bantuan rehab RTLH. 

Alhamdulillah Pak Camat sudah mengajukan ke Baznas dan akan dapat bantuan rehab. 

Dari kejadian ini, saya juga memerintahkan ketua RW mendata di wilayah Karangroto mana saja yang ada RTLH agar kejadian serupa tak terulang," bebernya. (*)

Penulis: iwan Arifianto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved