Breaking News:

Berita Semarang

Komunitas Ambarawa Heritage Deklarasikan Dukungan terhadap Paslon Ngebas di Pilbup Semarang 2020

Menurut Joko, dukungan terhadap Ngebas bukan didasari kepentingan politik semata.

TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Komunitas Ambarawa Heritage saat melakukan deklarasi dukungan terhadap Paslon Ngebas di Posko Pemenangan, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sabtu (21/11/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Ambarawa Heritage menyatakan dukungan terhadap pasangan calon (Paslon) Bupati nomor urut 2 Ngesti Nugraha-M Basari (Ngebas) dalam Pilkada Kabupaten Semarang 2020, Sabtu (21/11/2020).

Ketua Komunitas Ambarawa Heritage Joko Setiyanto mengatakan mendukung Paslon Ngebas karena merasa memiliki kecocokan dalam beberapa hal untuk kemajuan Kabupaten Semarang terutama Kecamatan Ambarawa.

"Saya melihat pada masa Bupati Mundjirin menjabat dua periode wilayah sini tidak ada kemajuan apa pun.

Baca juga: Setyo Ditemukan Tewas di Rumah Kawasan Elit Semarang, Tetangga Takut karena Dijaga 2 Anjing

Baca juga: Status Pacar Tukang Bakso yang Kubur Kakak di Dubin Kontrakan Depok: Calon Istri Sultan

Baca juga: Kata Sang Kakak Sebelum Setyo Ditemukan Tewas di Rumah Kawasan Elit Semarang: Kena PHK

Baca juga: Selain Bergambar Rizieq Shihab di Kota Semarang, Satpol PP Juga Babat Baliho Ilegal 

Padahal kita memiliki kekayaan alam luar biasa, budaya juga tetapi tidak dimaksimalkan untuk mensejahterakan rakyat," terangnya kepada Tribunjateng.com, disela Peresmian Posko Pemenagan Ngebas di Jalan Pemuda 48 Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sabtu (21/11/2020)

Menurut Joko, dukungan terhadap Ngebas bukan didasari kepentingan politik semata.

Dia mengaku telah mengenal lama terutama sosok Ngesti Nugraha.

Ia menambahkan, meskipun secara administratif dirinya tercatat sebagai penduduk Jakarta tetapi lahir dan besar di Kecamatan Ambarawa.

Komunitas Ambarawa Heritage sendiri berdiri pada 2006.

"Hal lain Kabupaten Semarang ini terkenal toleransinya yang mana bagi Indonesia sekarang mahal sekali.

Nah, ini harusnya bisa ditularkan ke daerah lain, mungkin diadakan simposium dan sebagainya," katanya

Halaman
12
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved