Breaking News:

Berita Semarang

OJK Bersama TPAKD Dorong Akselerasi Inklusi Keuangan hingga Pemulihan Ekonomi

OJK dukung TPAKD Jateng untuk menjadi katalis inklusi keuangan, pemulihan ekonomi, dan kebangkitan UMKM.

Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: sujarwo
Istimewa
OJK dan TPAKD mendorong akselerasi inklusi keuangan hingga pemulihan ekonomi, melalui empat program unggulan yang ada. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dukung Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Tengah untuk menjadi katalis inklusi keuangan, pemulihan ekonomi, dan kebangkitan UMKM.

Dalam Rapat Koordinasi (rakor) dan Pleno TPAKD se-Jawa Tengah yang diselenggarakan secara virtual, Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Aman Santosa menyampaikan bahwa walaupun kondisi sosial masyarakat saat ini masih dibayang-bayangi covid-19, upaya OJK bersama TPAKD untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta pemulihan ekonomi tidak surut.

“Banyak sekali kegiatan TPAKD yang dilakukan baik secara online maupun tatap muka,” ungkap Aman, Jumat, (20/11/2020).

Aman menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu berlangsungnya penyelenggaraan Rakor TPAKD tersebut. Ia juga mengapresiasi kontribusi Industri Jasa Keuangan yang telah berperan aktif dalam mengimplementasikan program Pemulihan Ekonomi Nasional khususnya di Jawa Tengah.

Rapat koordinasi dengan tema “Akselerasi Inklusi Keuangan, Kebangkitan UMKM, dan Pemulihan Ekonomi” yang dihadiri Bupati atau Walikota serta Sekretaris Daerah Kabupaten atau Kota se-Jawa Tengah tersebut dibuka oleh Plh. Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo.

Prasetyo menyampaikan Jawa Tengah kedepan menjadi penyumbang pertumbuhan nasional, karena perbaikan infrastruktur, kawasan industri yang makin bertumbuh dan peran UMKM yang makin besar di dalam porsi pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

“Hadirnya TPAKD sendiri adalah untuk mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam rangka mendukung perekonomian daerah. TPAKD juga perlu mencari terobosan dalam rangka membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat di daerah,” ujar Prasetyo.

Adapun TPAKD memiliki beberapa program unggulan diantaranya seperti Gerakan AYO JATENG MENABUNG bersama Baznas dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Program ini melanjutkan komitmen serta dukungannya dalam peningkatan inklusi keuangan dan percepatan akses keuangan kepada masyarakat khususnya di Jawa Tengah dengan memberikan bantuan pendidikan kepada pelajar tingkat SMP dan SMA dalam bentuk tabungan sebanyak 11.000 rekening. Atas hal tersebut, tahun ini Provinsi Jawa Tengah memperoleh penghargaan sebagai provinsi terbaik dalam implementasi Program Simpanan Pelajar (Simpel) tingkat nasional.

Sementara itu, khusus untuk UMKM, telah direalisasikan program UMKM BANGKIT!, yang merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi atas berbagai sumber daya dalam ekosistem pengembangan UMKM. Program ini bertujuan mengakselerasi pemulihan ekonomi serta mendukung kebangkitan UMKM di Jawa Tengah. Sasaran program ini yaitu dukungan kemudahan akses pembiayaan UMKM, peningkatan kapasitas pemasaran secara digital, peningkatan kualitas produksi dan manajemen UMKM, asistensi perizinan, dan pengembangan platform digital “UMKM Bangkit”.

Program unggulan berikutnya, Sistem Informasi Akses Keuangan Daerah Terintegrasi (SRIKANDI), yang bertujuan memberikan informasi secara menyeluruh mengenai perkembangan lembaga jasa keuangan, jaringan layanan lembaga jasa keuangan, dan program serta produk-produk lembaga jasa keuangan seperti Kredit Usaha Rakyat dan Kredit Ultra Mikro yang dapat masyarakat akses secara mudah melalui aplikasi yang dapat diunduh melalui Play Store, tpakdjateng.org atau WhatsApp 081 126 00051.

“Kemudian juga, program Kredit Pemulihan Ekonomi melalui UMKM, yakni skema pembiayaan dengan bunga rendah yang dilaksanakan oleh Bank Pasar, seperti Kredit Melati di Surakarta, Kredit Berkah di Tegal, Kredit SI MIKI dan K0MPAK di Kebumen, Kredit Pro Master di Magelang, Kredit Laku Semar di Banyumas, Kredit Nongol di Pekalongan, Kredit Amanah di Pemalang, Kredit Wibawa di Semarang dan Kredit Bersubsidi di Klaten,” imbuhnya.

Keempat program unggulan tersebut ditujukan untuk mendukung perluasan akses keuangan, pertumbuhan UMKM dan pemulihan ekonomi Jawa Tengah. Adapun konteks membangkitkan UMKM di Jawa Tengah tetap menjadi poin yang masih sangat relevan untuk menjadi program TPAKD di tahun 2021, dikarenakan 80 persen angkatan kerja Jawa Tengah berada pada sektor UMKM. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved