Breaking News:

Berita Ungaran

Pengawas TPS Dinilai Minim, Bawaslu Kabupaten Semarang Gandeng Organisasi Pemuda

Bawaslu Kabupaten Semarang mengajak organisasi kepemudaan untuk ikut ambil bagian dalam pengawasan Pilkada.

TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Bawaslu Kabupaten Semarang saat menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif bersama organisasi pemuda di Hotel C3 Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (21/11/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang mengajak organisasi kepemudaan untuk ikut ambil bagian dalam pengawasan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Semarang 2020.

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang M Talkhis mengatakan pelibatan aktivis kepemudaan dinilai penting karena jumlah pengawas dengan sebanyak 770.593 pemilih tidak berimbang.

"Kami Bawaslu untuk mengawasi siap. Hanya kami juga sadar ada ketidakberimbangan. Sehingga kami mengajak pemuda ikut mengawasi agar pelaksanaan Pilkada secara proses dan hasil berkualitas penuh integritas," terangnya kepada Tribunjateng.com, disela Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama Organisasi Pemuda dalam Pilbup Semarang 2020 di Hotel C3 Jalan Diponegoro, Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (21/11/2020)

Menurut Talkhis, pengawas yang dibentuk Bawaslu pada tingkat kecamatan sebanyak 3 orang kemudian dilevel TPS hanya 1 orang. Maka, dalam proses pengawasan masih sangat kurang.

Ia menambahkan, dengan keterlibatan banyak komponen organisasi kepemudaan akan memperkuat fungsi pengawasan partisipatif.

"Terkait netralitas perangkat desa kami beberapa waktu lalu juga memberikan sosialisasi kepada 720 kepada dusun. Karena ini juga sensitif termasuk penyelenggara sehingga perlu diawasi bersama," katanya

Dikatakannya, potensi pelanggaran baik dari penyelenggara maupun ASN dan perangkat desa sangat potensial mengingat jumlah pengawas pemilu juga terbatas. Jadi lanjutnya, apabila masyarakat kritis dapat ikut serta melakukan pengawasan.

Pihaknya mengungkapkan, sampai sejauh ini ada satu orang perangkat desa terindikasi tidak netral karena mengoploud konten bernuansa kampanye dan telah ditangani.

"Kemudian kemarin juga ada penyelenggara pada tingkat bawah disinyalir menjadi timses. Selanjutnya sudah diberhentikan oleh KPU," ujarnya. (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved