Berita Purbalingga
Prokes Debat Publik Pilkada Purbalingga, Paslon Dilarang Bawa Pendukung
Debat terbuka pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga semakin dekat.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Debat terbuka pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga semakin dekat. Acara yag dinanti-nanti masyarakat Purbalingga itu akan dihelat pada 25 November mendatang.
Gelaran itu akan menjadi ajang bagi masing-masing pasangan calon, baik Oji-Jeni (nomor urut 1) maupun Tiwi-Dono (nomor urut 2) untuk unjuk gigi di hadapan publik yang akan memilih mereka.
Tetapi ada yang beda pada debat publik kali ini, tak seperti even serupa pada Pemilu sebelumnya. Karena digelar di tengah suasana Pandemi Covid 19, protokol kesehatan diberlakukan ketat.
Ini sekaligus kampanye protokol kesehatan, KPU sebagai penyelenggara Pemilu harus bisa menjamin kesehatan masyarakat agar tak muncul klaster Pilkada.
Komisioner KPU Purbalingga Andri Supriyanto mengataka, jumlah orang yang mengikuti acara itu dibatasi agar mudah menjaga jarak. Andri memastikan, di dalam ruangan acara debat, kurang lebih hanya akan terisi 18 orang, termasuk calon.
Rinciannya, 4 orang atau dua pasangan calon, 5 panelis dan 1 moderator, tim kampanye paslon 4 orang, anggota KPU 5 orang, serta perwakilan Bawaslu Purbalingga.
"Debat dilaksanakan dengan protokol ketat tanpa kerumunan," katanya, Sabtu (21/11/2020)
Selain jumlah orang di ruangan dibatasi, Paslon juga dilarang membawa pendukung di luar ruangan. Ini untuk mencegah terjadinya kerumunan yang bisa meningkatkan risiko penyebaran Covid 19. Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan aparat keamanan, baik Polri maupun TNI untuk menjaga kondusivitas acara.
Andri pun memastikan seluruh anggota KPU yang melaksanakan acara itu sudah pernah menjalanu swab test dengan hasil negatif. Para panelis yang diundang dalam acara itu juga telah melaporkan kondisi kesehatannya.
"Tidak diizinkan bawa pendukung di luar ruangan," katanya
Debat publik yang memertemukan dua paslon akan dilaksanakan pada Rabu, 25 November mendatang, mulai pukul 19.30 sampai 21.30 Wib. Pada kesempatan itu, mereka akan beradu argumen untuk menarik simpati calon pemilih.
Masyarakat bisa menyaksikan keseruan debat itu melalui siaran televisi lokal, Banyumas TV dan Satelit TV, serta Radio LPPL Gema Soedirman, RRI Pro 2 Purwokerto, dan akun media sosial resmi KPU Purbalingga (Instagram dan Youtube).
Debat publik ini akan dipandu oleh Iva Ariani, dosen Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada (UGM) yang sekaligus menjabat Kabag Humas dan Protokol UGM. Debat ini juga menghadirkan lima panelis yang berkompeten di bidangnya.
Mereka adalah Anjar Nugroho, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Abdul Basit, Dekan Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto, Nur Hidayat Sardini, Dosen FISIP Undip sekaligus mantan anggota DKPP, Abdul Gaffar Karim, Kepala Program Studi Sarjana DPP Fisipol UGM, dan Ahmad Sabiq, Dosen FISIP Unsoed yang juga tim perumus debat Pilkada Cilacap 2017.
Adapun tema debat Pilkada Purbalingga adalah Menuju Masyarakat Purbalingga yang Sejahtera. Materi debat meliputi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, menyerasikan pembangunan daerah kabupaten/kota, dan provinsi dengan nasional, memperkokoh NKRI dan kebangsaan.
Yang beda pada debat kali ini, ada tema khusus untuk menguji sejauh mana komitmen para paslon dalam penanaganan pandemi Covid 19, khususnya di Kabupaten Purbalingga.
"Ada materi dimana calon akan paparkan program kerja, kebijakan dan strategi penanganan, pencegahan dan pengendalian Covid 19," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sosialisasi-jumat-20112020.jpg)