Breaking News:

Berita Semarang

Libur Nataru, Angkutan Barang Akan Dibatasi Lagi, Aptrindo Jateng: Pemerintah Maunya Gimana?

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan skema pembatasan mobilisasi angkutan barang. Hal itu guna mengurangi kepadatan lalu lintas saat momen li

Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Sejumlah angkutan barang beroperasional di jalur Tegal- Purwokerto. Jalur ini diusulkan ada pembatasan operasional truk saat libur natal dan tahun baru Desember 2020 dan Januari 2021 besok. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan skema pembatasan mobilisasi angkutan barang. Hal itu guna mengurangi kepadatan lalu lintas saat momen libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 atau Nataru.

Dalam Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) tentang pengaturan lalu lintas melalui operasional mobil barang pada masa angkutan Nataru 2020 yang diterima Tribun Jateng, Kemenhub memprediksi total libur 11 hari.

Yakni puncak mudik pada Kamis (24/12/2020) dan puncak arus balik pada Minggu (3/1/2021). Hitungan itu melingkupi libur Nataru dan cuti bersama pengganti Lebaran 2020.

Baca juga: Nenek Pensiunan Guru Ditemukan Tinggal Kerangka Duduk di Kursi, Diduga Meninggal 5 Bulan

Baca juga: Laskar Santri Sukowati & Rijalul Ansor Tolak Cara Dakwah Caci Maki

Baca juga: Pesta Pernikahan Anak Kepala BPBD Dibubarkan Polisi, Kapolres: Kita Tak Pandang Bulu

Baca juga: Satpol PP Dikawal TNI-Polri Datangi Rumah Rizieq untuk Tes Swab, Gagal karena Tak Ditemui

Pada puncak mudik, angkutan kendaraan dibatasi selama tiga hari yakni Rabu- Jumat (24-25/12/2020). Sedangkan pada arus balik, kendaraan barang dibatasi dari Sabtu-Senin (2-4/1/2021).

Menanggapi hal ini, pengusaha truk yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menganggap rencara pemerintah membatasi operasional truk 3 sumbu keatas terlalu mengada-ada dan tidak ada urgensinya sama sekali.

"Sejak Maret 2020 saja utilisasi (kemanfaatan) truk masih belum stabil dan sering dibawah 50 persen dari keseluruhan unit yang ada imbas dari masih lesunya dunia usaha. Lha kok sekarang malah mau dibatasi lagi jumlahnya yang boleh beroperasi. Pemerintah ini maunya bagaimana? Kok seolah-olah tidak punya sense of crisis," kata Wakil Ketua Aptrindo Jateng & DIY, Bambang Widjanarko, Minggu (22/11/2020).

Pembatasan operasional angkutan barang diterapkan pada hampir seluruh hari libur nasional. Terakhir, pembatasan juga dilakukan ketika libur panjang peringatan Maulid Nabi Oktober 2020 kemarin.

Bambang menuturkan pembatasan truk seolah- olah menjadi pilihan yang semakin kerap dilakukan Kemenhub dalam beberapa tahun terakhir.

Seharusnya, kata dia, pemerintah mengimbau agar dalam masa pandemi ini masyarakat menunda bepergian atau berlibur dulu. Kemudian, mendahulukan kinerja sektor logistik agar bisa menyelamatkan banyak pengusaha angkutan barang dari kebangkrutan massal.

"Bukan malah sebaliknya, membuka pintu lebar-lebar bagi yang akan berlibur dan berpotensi menambah jumlah terinfeksi Covid-19. Di sisi lain menahan distribusi barang yang sama sekali tidak berpotensi menambah jumlah penularan Covid-19," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved