Berita Semarang

FMIPA Unimus Semarang Tandatangani Perjanjian Kerjasama Merdeka Belajar-Kampus Merdeka

Program studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus)

Penulis: m zaenal arifin | Editor: muh radlis
IST
Perwakilan Prodi melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama pelaksanaan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dalam Perguruan Tinggi di kampus 2 Unimus, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Program studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menyelenggarakan sosialisasi dan penandatanganan perjanjian kerjasama Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dalam Perguruan Tinggi di kampus 2 Unimus, kemarin.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan enam program studi yakni S1 Teknologi Pangan, S1 Informatika, S1 Akuntansi, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, S1 Pendidikan Matematika serta S1 Statistika.

Ketua Prodi S1 Pendidikan Kimia, Fitria Fatichatul Hidayah, menyampaikan bahwa perlu mengatur berbagai rencana strategis untuk mencetak mahasiswa yang kompeten dan kompetitif sesuai dengan kebutuhan zaman.

Baca juga: Janda Cantik PNS Kepergok Warga Mesum di Kamar Bersama Mantan Suami Sudah Beristri

Baca juga: Viral Kisah Pemuda Disabilitas Warga Kebumen Nikahi Wanita Pujaannya

Baca juga: Komentar Pedas Letjen TNI Purn Agus Widjojo: Harus Ada yang Berani Lawan Habib Rizieq

Baca juga: Pernah Tertembus 12 Peluru, Sosok Polisi Sakti di Indonesia Ini Dikenal Ungkap Kasus-kasus Besar

"Kegiatan ini dalam rangka mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja serta kemajuan teknologi yang pesat, kompetensi mahasiswa harus disiapkan untuk kebutuhan zaman," katanya, dalam keterangan kepada Tribun Jateng, Senin (23/11/2020).

Menurutnya, untuk mempersiapkan itu semua, link dan match diperlukan tidak saja dengan dunia industri dan dunia kerja tetapi juga dengan masa depan yang berubah dengan cepat.

Perguruan Tinggi dituntut untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal dan selalu relevan.

"Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja," jelasnya.

Dengan kata lain, ia menjelaskan, Merdeka Belajar-Kampus Merdeka sebagai wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Masih kata Fitria, Merdeka Belajar-Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil. Melalui Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, mahasiswa memiliki kesempatan untuk satu semester atau setara dengan 20 SKS menempuh pembelajaran di luar program studi pada Perguruan Tinggi yang sama.

"Paling lama dua semester atau setara dengan 40 SKS menempuh pembelajaran pada program studi yang sama di Perguruan Tinggi yang berbeda," paparnya.

Ia menambahkan, pembelajaran dalam Merdeka Belajar-Kampus Merdeka memberikan tantangan dan kesempatan untuk pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan.

Di antaranya persyaratan kemampuan, permasalahan riil, interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, target dan pencapaiannya.

Sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, pada Pasal 18, dimana pada Pasal 18 disebutkan bahwa pemenuhan masa dan beban belajar bagi mahasiswa program sarjana atau sarjana terapan dapat dilaksanakan dengan beberapa cara.

"Yaitu mengikuti seluruh proses pembelajaran dalam program studi pada perguruan tinggi sesuai masa dan beban belajar. Mengikuti proses pembelajaran di dalam program studi untuk memenuhi sebagian masa dan beban belajar dan sisanya mengikuti proses pembelajaran di luar program studi," ujarnya. (Nal)

Baca juga: Proyek Pengerjaan Taman Signature di Jalan Piere Tendean Semarang Baru Sentuh 50 Persen

Baca juga: Sejumlah Objek Wisata di Blora akan Dimeriahkan Penampilan Kesenian Barongan

Baca juga: Puluhan Anak Yatim di Batang Diajak Bertualang dari Gunung ke Pantai Pakai Mobil 4X4

Baca juga: 34 Pelajar SMK Bhumi Phala Parakan Temanggung Dilatih Jadi Siswa Percontohan

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved