Breaking News:

Penanganan Corona

Khawatir RS di Banyumas Tak Muat Tampung Pasien Covid-19, Pemkab Siapkan Karantina di Hotel

Setidaknya di bulan November saja sampai dengan Senin (23/11/2020) sudah ada 554 tambahan kasus positif baru

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono saat ditemui di Pendopo Si Panji, Purwokerto pada Senin (23/11/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Meningkatnya kasus positif Covid-19 di Banyumas secara signifikan di bulan November ini, mengakibatkan kapasitas ruang isolasi rumah sakit semakin terbatas. 

Sebagai upaya strategis mengatasi kendala tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas akan menyiapkan tempat karantina hotel.

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono mengatakan jika dirinya beserta Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Dinporabudpar) sedang mempersiapkan hotel-hotel mana saja yang dapat digunakan.

"Karantina Hotel secepatnya kita persiapkan, kalau menurut bupati, setidaknya kita butuh minimal 500 tempat tidur.

Dan kalau bisa dipusatkan di daerah Baturraden saja supaya gampang kontrolnya," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, saat ditemui di Pendopo Si Panji, Purwokerto pada Senin (23/11/2020).

Wakil bupati mengatakan jika karantina hotel saat ini sangat dibutuhkan, mengingat kapasitas ruang isolasi rumah sakit yang semakin sedikit.

"Nantinya hotel menampung bukan cuman pasien OTG tapi pasien positif yang sehat dan telah dibolehkan keluar dari rumah sakit juga akan dipindah ke hotel," jelasnya.

Wisma Wijayakusuma dan Pondok Slamet, Baturraden sudah dipersiapkan kembali menampung OTG.

Diberitakan sebelumnya jika kasus Covid-19 di Banyumas saat ini sedang berada dalam kondisi tidak dapat dikendalikan.

Setidaknya di bulan November saja sampai dengan Senin (23/11/2020) sudah ada 554 tambahan kasus positif baru.

Atas dasar itulah Pemerintah Kabupaten Banyumas, mengambil langkah-langkah strategis guna menekan penambahan kasus positif Covid-19.

Langkah yang diambil adalah tidak diperkenankan lagi penyelenggaraan hajatan, tempat wisata akan kembali ditutup dan razia kerumunan-kerumunan secara massif. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved