Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Disbudpar Kota Semarang Dorong Pelaku Wisata Ajukan Program Sertifikasi CHSE

Dinas mendorong para pelaku wisata di Kota Semarang untuk segera mengajukan Program Sertifikasi CHSE

Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari memberikan bimbingan teknis Program Penerapan CHSE di Hotel Grasia, Selasa (24/11/2020).  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang mendorong para pelaku wisata di Kota Semarang untuk segera mengajukan Program Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability).

Pendaftaran sertifikasi CHSE dilakukan secara online di laman chse.kemenparekraf.go.id dan melakukan pengisian formulir identitas usaha.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, program sertifikasi CHSE ini sebagai strategi menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru di dunia pariwisata.

Menurutnya, kunci sukses membangkitkan dunia pariwisata yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di setiap sektor wisata. Hal itu akan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.

"Kepercayaan itu nomor satu. Pengelola industri pariwisata harus berusaha membuat orang percaya dan aman baik di hotel, restoran, tempat wisata, atau sektor wisata lainnya," terang Iin, sapaan akrabnya, usai memberikan Bimbingan Teknis Program Penerapan CHSE di Hotel Grasia, Selasa (24/11/2020).

Disbudpar Kota Semarang sendiri menggelar Bimbingan Teknis Program Penerapan CHSE di 35 titik. Iin melibatkan para pelaku wisata di Kota Semarang agar mereka bisa segera adaptasi kebiasaan baru dalam mengelola sektor wisata. Yakni, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selanjutnya, Kemenparekraf akan melakukan monitoring CHSE di Kota Semarang pada awal Desember mendatang.

Diakuinya belum banyak pelaku wisata yang mengajukan sertifikasi CHSE. Dia menyebutkan, baru 50 persen tempat wisata di Kota Semarang yang mengajukan CHSE, sedangkan sektor hotel dan restoran baru 25 persen. Saat ini proses pendaftaran sertifikasi CHSE masih terus berjalan. Diharapkan para pelaku wisata segera mendaftarkan diri untuk sertifikasi tersebut.

"Syaratnya jelas setiap sektor wisata harus menerapkan protokol kesehatan. Nanti akam ditinjau oleh tim penilai," ucapnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved