Breaking News:

Pilkada Kabupaten Semarang 2020

KPU Kabupaten Semarang Tes Buta Warna Petugas Sortir dan Pelipat Suara

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang melakukan tes buta warna terhadap 50 orang calon tenaga sortir dan pelipat surat suara dalam Pilkada Ka

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Seorang calon petugas sortir dan pelipatan surat suara menjalani tes buta warna di Gudang Logistik KPU GOR Wujil Kabupaten Semarang, Selasa (24/11/2020). TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang melakukan tes buta warna terhadap 50 orang calon tenaga sortir dan pelipat surat suara dalam Pilkada Kabupaten Semarang 2020.

Ketua KPU Kabupaten Semarang Maskup Asyadi mengatakan selain tes buta warna  petugas tersebut menjalani rangkaian tes, mulai dari rapid tes Covid-19, dan pengambilan sidik jari.

"Tes buta warna bagi para petugas tersebut penting guna menghindari kesalahan pada saat proses penyortiran dan pelipatan surat suara," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Gudang Logistik KPU GOR Wujil Kabupaten Semarang, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: Viral Penjual Bakso Masukkan Lagi Daging Sisa Pembeli ke Dalam Dandang Jualan

Baca juga: Janda Cantik PNS Kepergok Warga Mesum di Kamar Bersama Mantan Suami Sudah Beristri

Baca juga: Mutasi TNI Terbaru 100-an Perwira Tinggi Tiga Matra Duduki Jabatan Baru

Baca juga: Berkat Istri, Abimana Aryasatya Berdamai dengan Ibunya

Menurut Maskup, surat suara untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Semarang tersebut berwarna. Sehingga dalam proses penyortiran atau pelipatan mendapati surat suara yang warnanya pudar, buram atau tidak sesuai petugas akan tahu.

Ia menambahkan, atas dasar tersebut penting dilakukan tes buta warna sebagai bentuk antisipasi berbagai kesalahan maupun ketidaksesuaian warna pada surat suara yang akan digunakan dalam  pemungutan suara 9 Desember mendatang.

"Lalu rapid tes ketentuan yang harus dipenuhi KPU dalam mengantisipasi penularan Covid-19. Jika ditemukan petugas sortir dan pelipatan surat suara reaktif, yang bersangkutan digantikan orang lain," katanya

Pihaknya mengungkapkan, KPU Kabupaten Semarang selaku penyelenggara tidak mau berspekulasi, jika kegiatan sortir dan pelipatan surat suara di Kabupaten Semarang menjadi sumber penyebaran Covid-19.

Dia menyatakan adapun fungsi pengambilan sidik jari sebagai bentuk penerapan pengamanan berlapis terhadap logistik surat suara tersebut. Karena, setiap petugas sortir akan mendapatkan boks masing-masing dan harus bertanggungjawab.

"Meski dalam ruangan penyortiran dan pelipatan surat suara sudah dipasang kamera pengintai (CCTV), dengan pengambilan sidik jari tersebut maka sistem keamanan surat suara akan semakin lengkap," ujarnya. (ris)

Baca juga: Meski Ditengah Pandemi Covid-19, PAD Pajak di Sragen Melebihi Target

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Salatiga Kembali Ditunda

Baca juga: Relawan Kotak Kosong Gencarkan Kampanye ke Semua Kecamatan di Pilkada Wonosobo 2020

Baca juga: Jika Liga 1 Kembali Dilanjutkan, Liluk Ooptimis PSIS Semarang Bisa Finish di Urutan ke-3 Klasemen

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved