Breaking News:

Peserta Pilkada Bisa Didiskualifikasi jika Melanggar Protokol Kesehatan Covid 19

Mahfud menyatakan hingga saat ini penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2020 berjalan relatif baik, aman dan terkendali.

KOMPASTV
Menkopolhukam RI Mahfud MD 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD memperingatkan para pasangan calon peserta Pilkada serentak 2020 dan tim kampanyenya tidak melanggar protokol kesehatan. Mahfud menegaskan sanksi yang dijatuhkan kepada mereka yang melanggar protokol kesehatan bisa sampai diskualifikasi.

"Jangan main-main, kepada paslon dan tim kampanyenya, karena kalau melakukan pelanggaran protokol kesehatan kami tindak seperti yang lain, bahkan sampai didiskualifikasi, tergantung pada kapasitas pelanggarannya," ujar Mahfud, di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa(24/11).

Mahfud menyatakan hingga saat ini penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2020 berjalan relatif baik, aman dan terkendali.  Namun demikian, kata Mahfud, masih ditemukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan.

"Ada pelanggaran protokol kesehatan terjadi sebanyak 2,2 persen dari 73.500 ribu event itu pelanggarannya kira-kira 1.510 protokol kesehatan. Itupun yang kecil-kecil misalnya lupa pakai masker, jumlah di ruangan lebih dua orang, dan sebagainya," kata Mahfud.

Mahfud juga menjelasakan hingga saat ini sudah ada 16 kasus pelanggaran yang Pilkada yang dibawa ke ranah pidana.  Ia mengatakan saat ini 16 kasus tersebut telah masuk proses penyelidikan, penyidikan, dan juga sudah ada yang hingga proses peradilan.

"Jadi jangan bilang bahwa tidak ada tindakan. Semua sudah ditindak, ada yang melanggar protokol, ada yang diperingatkan langsung berubah, kemudian ada yang diproses pidana dan sebagainya, " kata Mahfud.

Mahfud juga meminta masyarakat mendukung pelaksanaan Pilkada karena momen tersebut penting untuk menentukan pemimpin daerah selama lima tahun ke depan. "Kita juga mohon agar masyarakat diberi pemahaman, agar berpartisipasi di dalam pilkada, karena lima tahun pemimpin akan ditentukan oleh pilihan mereka sendiri, " kata Mahfud.

Mantan Ketua MK itu juga meminta penyelenggara pilkada serentak, peserta pilkada, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat menjaga agar situasi tetap berlangsung kondusif hingga hari H Pilkada tanggal 9 Desember mendatang. “Dua belas hari ke depan kita jangan sampai lengah, kita jaga betul agar situasi tetap kondusif. Masa tenang tanggal 6 sampai 8 Desember juga harus kita pastikan benar-benar tenang,”’ kata Mahfud MD.

Selain menekankan hal tersebut, Mahfud juga mengingatkan agar protokol kesehatan sungguh-sungguh bisa diterapkan selama Pilkada.  Demikian pula, kata Mahfud, dengan distribusi logistik, harus sudah dipastikan sampai tepat waktu dan aman. 

"Diantisipasi betul kemungkinan kerumunan, agar dihindari penumpukan orang dengan mengatur jam dan jadwal orang melakukan pemilihan," kata Mahfud.  Ketua KPU Arief Budiman juga melaporkan kepada Mahfud perkembangan dan persiapan pelaksanaan Pilkada Serentak terutama terkait pengaturan jam kedatangan yang dibagi menjadi 5 kelompok.  Arief mengatakan KPU telah melakukan simulasi baik di pemungutan maupun saat perhitungan suara di 104 kabupaten kota dan beberapa tempat lainnya.

Halaman
123
Editor: rustam aji
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved