Breaking News:

BPJS Ungaran

Hati Lega Bisa Periksa Kesehatan Kapan Saja Berkat JKN-KIS

Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai kartu identitas peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BP

IST
Suparmi ibu rumah tangga yang beruntung bisa mengobati penyakit diabetes dengan menggunakan JKN-KIS 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai kartu identitas peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah lama digaungkan oleh pemerintah.

Manfaat program ini pun telah banyak dirasakan oleh masyarakat hingga pelosok negeri.

Salah satu peserta yang merasa beruntung dengan adanya program ini adalah Suparm, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di daerah Semarang.

Ia mengaku telah merasakaan manfaat besar dari program ini.

“Saya sangat bersyukur pemerintah mengadakan Program JKN-KIS. Dengan JKN-KIS, kini saya tidak perlu khawatir jika ingin berobat. Dahulu jika ingin berobat saya merasa takut akan biaya, tapi kini bisa lega karena saya bisa menggunakan program JKN-KIS ini" kata Suparmi mengawali ceritanya (25/11).

Ibu yang mengidap penyakit diabetes ini menyampaikan ia kerap menggunakan KIS untuk berobat.

Mengingat penyakit yang dideritanya ini butuh penanganan berlanjut, ia sadar keberadaan program JKN-KIS sangatlah penting.

Berdasarkan pengalamannya ini, ia selalu memberikan informasi kepada rekannya dan juga saudaranya untuk menjadi peserta JKN-KIS.

“Dari pengalaman saya berobat menggunakan KIS, saya merasa sangat terbantu. Untuk itu saya gencar berbagi kepada siapapun bahwa memiliki KIS ini sangat penting. Saya selalu bilang, jangan dilihat dari sekarang kita yang masih diberi kesehatan, jikalau kita sakit dan membutuhkan biaya yang sangat besar pasti akan terasa sekali manfaatnya. Mungkin kalau sekarang kita sehat, itu merupakan sebuah rejeki yang diberi oleh Allah SWT. Untuk soal iuran yang kita bayarkan kita anggap sebagai sedekah saja,” lanjutnya.

Kemudian, ia pun bercerita manfaat langsung dari program JKN-KIS ini.

Hal tersebut terjadi pada saat ia diharuskan mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) atau rumah sakit karena kadar gula (glukosa) darahnya yang naik cukup tinggi.

“Saya pernah merasakan ringannya berobat jika memiliki KIS, yaitu sewaktu saya opname di rumah sakit. Kalau pakai biaya sendiri saat itu bisa keluar biaya lebih dari lima juta. Maka saya berterima kasih sekali kepada BPJS Kesehatan,” ujar Suparmi.

Ia berharap program ini bisa berkesinambungan sehingga akan semakin banyak masyarakat yang terbantu dengan adanya jaminan kesehatan ini. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved