Breaking News:

Berita Purbalingga

131 Warga Purbalingga Terserang Chikungunya, 77 di Antaranya Sembuh

Sebanyak 77 warga Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga dinyatakan sembuh dari Chikungunya.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
131 Warga Purbalingga Terserang Chikungunya, 77 di Antaranya Sembuh
ist
ilustrasi nyamuk penyebar virus chikungunya

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA- Sebanyak 77 warga Desa Blater Kecamatan Kalimanah, Purbalingga dinyatakan sembuh dari Chikungunya. Belum hilang ancaman virus Covid 19, warga Desa Blater Kecamatan Kalimanah, Purbalingga dihantui Chikungunya.

Sebelumnya, sebanyak 106 warga Desa Blater terserang virus yang menginfeksi melalui perantara nyamuk ini. Chikungunya adalah infeksi virus yang biasanya ditandai dengan serangan demam dan nyeri sendi.  Virus ini menulari manusia melalui gigitan nyamuk.

Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga telah melakukan pengobatan terhadap seratusan warga Desa Blater yang terserang Chikungunya. Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono mengatakan, warga yang terinfeksi telah diobati. Tidak ada pasien yang sampai menjalani rawat inap di rumah sakit karena penyakit ini.

“Kita obati rawat jalan,”katanya, Kamis (26/11/2020)

Laporan terbaru yang dierimanya, warga yang sembuh dari Chikungunya terus bertambah, dari semula 37 orang, kini bertambah menjadi 77 orang. Di sisi lain, ada tambahan kasus warga yang terinfeksi Chikungunya sebanyak 25 orang. Dengan demikian, total kasus warga yang terkena Chikungunya sebanyak 131, dari semula 106 orang.

“Total kasus 131,”katanya

Hanung mengatakan, Chikungunya bukanlah penyakit mematikan. Hanya, penderitanya mengalami sejumlah gejala, di antaranya lemas pada persendian. Meski begitu, bukan berarti ancaman virus ini bisa dianggap enteng. Penyakit ini bisa mengganggu mobilitas penderitanya.

Selain mengobati penderita,Dinkes Purbalingga juga melakukan fogging untuk mengendalikan penyebaran virus ini. Fogging dilakukan melalui penyelidikan epidemiologi sebelumnya.

Hanung mengatakan, pesebaran virus dengan perantara nyamuk ini tidak lepas dari kondisi kesehatan lingkungan. Karenanya ia menekankan pentingnya menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah datangnya penyakit. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) perlu digiatkan,terutama saat musim penghujan saat ini. Hujan yang turun sering menyebabkan lingkungan lembab hingga memicu perkembangbiakan nyamuk lebih cepat.

“Apalagi di musim penghujan, banyak air menggenang,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved