Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita PSIS

Kenangan Asisten Pelatih PSIS Imran Nahumarury dari Sosok Maradona, Ingat Masa Kecil

Asisten pelatih PSIS Semarang, Imran Nahumarury mengaku terkejut kabar meninggalnya legenda sepakbola dunia asal Argentina, Diego Maradona.

Superball.id/gettyimages.ie
Maradona 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Asisten pelatih PSIS Semarang, Imran Nahumarury mengaku cukup terkejut dengan kabar meninggalnya legenda sepakbola dunia asal Argentina, Diego Maradona.

Menurut Imran, kepergian Maradona selama-lamanya tersebut bukan hanya meruoakan kabar duka bagi fans dan masyarakat Argentina, namun seluruh pelaku dan pecinta sepakbola di seluruh dunia.

"Ketika dengar kabar beliau meninggal cukup kaget. Tapi saya pikir bukan hanya saya, di media sosial tidak hanya kalangan olahraga, kalangan politikus, dan yang lain semua memberikan ucapan duka cita. Dia mencari role model bagi seluruh pecinta olahraga bahkan semuanya," kata Imran kepada Tribunjateng.com, Kamis (26/11/2020) pagi.

Imran Nahumarury
Imran Nahumarury (IST)

Ditambahkan mantan pesepakbola Persija Jakarta tersebut, dunia kehilangan sosok panutan, dan idola falam dunia sepakbola.

"Beliau sosok yang selalu memberikan influence buat seluruh pesepakbola baik dari jaman dia sampai kita. Saya pikir kita kehilangan sosok yang luar biasa. Beliau tidak hanya seorang legenda, tapi beliau memberikan inspirasi, pengaruh terhadap pemain-pemain bola jaman sekarang meski kita beda generasi," kata Imran.

Pelatih asal Tulehu tersebut secara pribadi mengaku mengidolakan Maradona dan Timnas Argentina sejak masa kecil.

Pesepak bola legendaris asal Argentina, Diego Maradona di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Sabtu (29/6/2013). Maradona akhirnya menyapa para penggemarnya di Indonesia dengan membagi-bagikan bola yang telah ditandatanganinya.
Pesepak bola legendaris asal Argentina, Diego Maradona di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Sabtu (29/6/2013). Maradona akhirnya menyapa para penggemarnya di Indonesia dengan membagi-bagikan bola yang telah ditandatanganinya. (TRIBUN JAKARTA/JEPRIMA)

"Sampai kapanpun sosok ini tidak bisa dilupakan. Bicara permainan, kualitas dia jelas luar biasa. Baik ketika bersama Napoli dan Timnas Argentina. Itu membuktikan bahwa dia lebih dan lebih. Intinya dia dewa lah di sepak bola," jelasnya.

Mengenang kembali masa kecilnya, Imran menyebut ketika masa kecil di kampung halamannya di Tulehu, mengenakan baju bola bertuliskan nama Maradona merupakan sebuah kesenangan tersendiri. Terlebih, di kampung halamannya, Imran mengaku mayoritas masyarakatnya menyukai sepakbola. Terutama Timnas Argentina dan Timnas Brasil.

"Jaman dulu kalau bicara Timnas Argentina ada dua pemain. Maradano sama Jorge Valdano. Masa kecil itu kan kita paling senang pakai baju argentina. Mau beli baju apa kita bilang Maradona atau Valdano. Jaman dulu, kita masa kecil pasti pakai baju argentina. Apalagi lingkungan kita di Desa Tulehu itu kan pecinta sepakbola," ucapnya.

"Jadi dua negara Argentina dan Brasil. Tapi Maradona sebagai sosok yang kita idolakan dari kecil," beber Imran.

Lantas, apa yang bisa dicontoh dari sosok Maradona?. menurut Imran, prestasi yang bisa dicontoh dari sosok yang memiliki julukan El Pibe de Oro tersebut adalah soal prestasinya dalam sepakbola.

"Saya pikir tiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Saya melihat Maradona dari prestasi di lapangan, jelas dia seorang srpakbola yang mempresentasikan soal teknik dan kemenangan. Tapi ada yang lebih oenting dari itu. Kekeluargaan, kebersamaan, rasa cinta terhadap sepakbola.  Itu yang saya lihat dari sosok Maradona," jelas Imran.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved