Breaking News:

Berita Semarang

Satpol PP Kota Semarang Operasi Prokes ke Dua Perusahaan di Simongan, Siap-siap yang Lain Disidak

Satpol PP Kota Semarang mulai menyasar operasi yustisi penegakan protokol kesehatan ke perusahaan-perusahaan.

Istimewa
Satpol PP Kota Semarang mulai menyasar operasi yustisi penegakan protokol kesehatan ke perusahaan-perusahaan. Kali ini, petugas melakukan inspeksi mendadak di wilayah Simongan, Kamis (28/11/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satpol PP Kota Semarang mulai menyasar operasi yustisi penegakan protokol kesehatan ke perusahaan-perusahaan. Kali ini, petugas melakukan inspeksi mendadak di wilayah Simongan, Kamis (26/11/2020).

Setidaknya, ada dua perusahaan yang didatangi oleh petugas Satpol PP Kota Semarang yaitu PT Phapros dan PT Panca Tunggal.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, perusahaan tersebut telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Upaya 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan telah diterapkan di lingkungan perusahaan.

Alat penunjang penerapan protokol kesehatan juga disediakan secara lengkap. Bahkan, kantin yang kerap menjadi tempat berkumpulnya karyawan saat istirahat juga sudah sesuai dengan standar protokol kesehatan.

Dua perusahaan tersebut juga telah menerapkan sistem kerja bergantian untuk mengurangi kerumunan.

Dia menyebutkan, daya tampung karyawan selama masa pandemi di Panca Tunggal sebanyak 1.500 orang, sedangkan di Phapros 750 orang.

"Ini sudah sesuai dengan anjuran pemerintah untuk memberlakukan shift agar tidak berkerumun. Bahkan, tadi di Phapros semua tamu yang datang harus menunjukkan hasil rapid test sebelum masuk perusahaan," jelasnya.

Pihaknya mengapresiasi dua perusahaan tersebut yang telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dua perusahaan ini, kata Fajar, dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain. Sehingga, diharapkan tidak muncul lagi klaster perusahaan di Kota Semarang.

Dia menegaskan, operasi penegakan protokol kesehatan ke perusahaan-perusahaan akan terus dilakukan. Pihaknya melakukan secara mendadak tanpa memberi tahu terlebih dahulu pihak perusahaan.

"Kemarin setelah menyasar perkantoran pemerintahan, sekarang kami ke perusahaan. Dua perusahaan yang kami datangi ternyata sudah tertata. Saya minta semua perusahan sudah menyiapkan protokol kesehatan karena kami akan datang secara mendadak," tandasnya.

Apabila mendapati lebih dari 15 orang tidak memakai masker dalam satu perusahaan, dia menegaskan akan menutup sementara operasional perusahaan tersebut selama tiga hari.

Menurutnya, penutupan operasional perusahaan maupun tempat usaha jika tidak menerapkan protokol kesehatan sudah diatur dalam Perwal 57 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

"Kenapa harus 15 yang melanggar? Karena kalau mendapati 15 orang tidak memakai masker di satu perusahaan menurut saya sudah kebangetan. Kalau masih satu atau dua orang masih dimaklumi," ujarnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved