Breaking News:

Berita Kudus

Pemkab Kudus Pangkas Anggaran KONI 80 Persen

Pemkab Kudus memangkas hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menjadi Rp 1 miliar dalam APBD murni 2021.

Penulis: raka f pujangga | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Kudus mengesahkan Ranperda APBD 2021 Kudus, pada hari Jumat (27/11/2020) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memangkas hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menjadi Rp 1 miliar dalam APBD murni 2021. Sebelumnya KONI Kabupaten Kudus menerima hibah sebesar Rp 5 miliar dalam APB‎D 2020 yang lalu.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo menyampaikan, sampai saat ini tata kelola internal KONI Kudus belum berjalan baik. Sehingga pihaknya masih akan melakukan evaluasi anggaran ‎dan tata kelola internal KONI Kudus.

"Saya melihatnya secara internal belum kompak. Jadi kami ingin ada evaluasi agar bisa lebih baik," ujar dia.

Pemangkasan anggaran tersebut juga telah mendapatkan persetujuan dalam pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kudus.

Selain itu, Hartopo juga menceritakan mengenai viralnya video yang melanggar protokol kesehatan saat pelaksanaan seleksi persiku. Hal itu membuatnya harus menghentikan sementara kegiatan Persiku Kudus hingga terpenuhi protokol kesehatan.

"Kalau sudah siap protokol kesehatannya bisa dimulai lagi. Tapi sampai sekarang belum ada kelanjutannya," jelas dia.

‎Apalagi pelaksanaan Liga 3 Jawa Tengah sampai saat ini masih belum jelas pelaksanaannya. Sehingga pihaknya menekan penggunaan anggaran untuk olahraga sepakbola hingga kondisinya kembali normal.

"‎Daripada nanti dikasih anggaran mubazir bagaimana. Maka perlu dikaji lagi dalam rapat," jelasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan mengakui telah melakukan penyesuaian anggaran terkait beberapa hal, di antaranya hibah KONI Kudus.

Anggaran untuk KONI yang sebelumnya pada APBD 2020 sebesar Rp 5 miliar, dipangkas sebesar 80 persen menjadi Rp 1 miliar.

"‎Pada 2021 mendatang KONI memperoleh anggaran Rp 1 miliar karena kami meminta agar mereka membenahi secara internal dulu," ujar dia.

Hal itu menyusul karena sebelumnya terdapat kisruh antara Pengcab dan KONI Kabupaten Kudus‎. Sehingga ‎pihaknya meminta adanya perbaikan tata kelola internal secara baik untuk bisa mendapatkan anggaran lebih besar.

"‎Karena kami juga memberikan anggaran ini berbanding lurus dengan prestasi olahraganya," ujar dia.

Kendati demikian, kata dia, pengurangan dana KONI tersebut bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan karena masih ada APBD Perubahan 2021.

"Ini bukan kiamat, masih ada pembahasan dalam APBD perubahan 2021," ucap dia. (*)
 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved