Breaking News:

Trump Siap Kosongkan Gedung Putih Usai Verifikasi Electoral Collage

Donald Trump menyatakan kepastian bakal mengosongkan Ruang Oval jika Electoral College memverifikasi kemenangan Joe Biden di Pilpres AS.

Editor: Vito
AP PHOTO/ALEX BRANDON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan kepastian bakal mengosongkan Ruang Oval jika Electoral College memverifikasi kemenangan pesaingnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, dalam Pemilu AS 2020.

Namun, ia masih menolak untuk mengakui kemenangan Biden, karena ia dan tim kampanyenya masih meyakini adanya penipuan yang meluas dalam Pilpres AS.

Kendati menilai Electoral College salah jika mengesahkan kemenangan Biden, ia akan menerima keputusan itu.

"Ini akan menjadi hal yang sangat sulit untuk mengakuinya, karena kami tahu ada penipuan besar-besaran," katanya, di Gedung Putih, Kamis (26/11).

Dikutip dari laman Russia Today, Jumat (27/11/2020), saat ditanya apakah ia kebobolan dalam Pilpres kali ini, Trump menampiknya.

"Tidak, saya sama sekali tidak bisa mengatakan itu, hanya setuju untuk mengakui kekalahan setelah pemenang (Pilpres AS 2020) secara resmi disertifikasi," jelasnya.

Namun, terkait dengan hasil pemilu tersebut, Trump masih meyakini bahwa telah terjadi kecurangan pada kontestasi kali ini. Padahal, menurutnya, AS tidak pernah mengalami kecurangan dalam tiap pemilu.

Bahkan, ia menganggap dirinya sedang berada di negara dunia ketiga, di mana kecurangan kerap terjadi pada pemilu. "Ini adalah penipuan besar-besaran. Ini seharusnya tidak pernah terjadi di negara ini. Kami seperti negara dunia ketiga," tukasnya.

Sebelumnya, Trump telah berulang kali mengklaim telah terjadi penipuan yang meluas dalam Pilpres AS 2020. Tim kampanyenya menyebut adanya dugaan penyimpangan dalam sistem surat suara di tengah pandemi virus corona (covid-19).

Wabah itu disebut membuat para pemilih memberikan suara mereka tidak secara langsung. Trump juga menuding ada yang salah dalam software yang digunakan dalam proses pemungutan suara.

Sementara itu, sejumlah media telah menyatakan Biden sebagai pemenang setelah berhasil mengamankan 270 suara elektoral yang dibutuhkan untuk menang.

Meski demikian, masih ada waktu hingga Desember mendatang bagi Trump untuk mempermasalahkan hasil suara di negara bagian. (Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved