Breaking News:

Berita Ungaran

Pantau Simulasi Pilbup Semarang 2020, Bupati Mundjirin: Prosedur Baik  

KPU Kabupaten Semarang menggelar simulasi Pemilu Bupati Semarang dan Wabup Semarang 2020, di GOR Wujil.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang menggelar simulasi pemilihan umum (Pemilu) Bupati Semarang dan Wakil Bupati Semarang 2020, di GOR Wujil Kabupaten Semarang, Minggu (29/11/2020).

Bupati Semarang Mundjirin saat memantau secara langsung simulasi Pilbup Semarang 2020 mengatakan prosedur pemungutan suara dinilai telah terkonsep baik dan memenuhi protokol kesehatan virus Corona (Covid-19).

“Tadi prosedurnya sudah baik, meski TPS tidak semewah simulasi. Tapi sudah memenuhi protokol kesehatan Covid-19. Tadi calon pemilih juga antre, menjaga jarak, mencuci tangan dan dicek suhu tubuh saat mencoblos memakai sarung tangan,” terangya kepada Tribunjateng.com, di GOR Wujil, Kabupaten Semarang, Minggu (29/11/2020)

Mundjirin berharap, ketika masa pemungutan suara pada 9 Desember mendatang seluruh tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di Kabupaten Semarang dapat sesuai dengan saat simulasi berlangsung.

Ketua KPU Kabupaten Semarang Maskup Asyadi menyatakan tujuan simulasi dilakukan sebagai gambaran kepada masyarakat dan penyelenggara Pilkada Serentak ditengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Ia menambahkan, dibandingkan Pilkada sebelumnya terdapat setidaknya 12 poin berbeda diantaranya memakai masker dan pemilih datang ke TPS paling banyak maksimal 500 orang. Terdapat pula penambahan logistik seperti tempat cuci tangan serta tinta memakai pipet tetes.

“Lalu persiapan lain pencahayaan di TPS, aliran listrik dipastikan tidak padam karena berkaitan dengan penghitungan,” katanya

Maskup, mengungkapkan dalam Pilkada Serentak 2020 KPU memasang target partisipasi pemilih diangka 77,5 persen. Data pemilih lanjutnya, sampai sekarang tidak ditemukan masalah sehingga nanti partisipasi dapat mencapai 80 persen.

Kemudian, dalam simulasi ini juga didesain ada pemilih tidak memakai masker, formulir undangan memilih ketinggalan serta mengalami pingsan saat tiba di TPS. Tujuannya, baju hazmat secara praktik dapat diperagakan oleh petugas TPS.

“Termasuk ada pemilih dengan suhu tubuh diatas 37,3 derajat celcius. Itu penting untuk melihat langkah-langkah ketika hari H pencoblosan nantinya seperti apa. Simulasi ini kami melibatkan sedikitnya 50 orang dan kami atur waktu datang ke TPS supaya tidak berkerumun,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved