Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penanganan Corona

Dinkes Jateng Sebut Kasus Positif Corona Banyak Karena Jumlah Tes Tinggi

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengklaim telah melaksanakan testing virus corona sebangak 70.000 perpekan.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI
Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo menerima secara simbolis ventilator bantuan dari AS melalui USAID. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengklaim telah melaksanakan testing virus corona sebangak 70.000 perpekan.

Jumlah itu melebihi target tes yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) yakni 1/1000 penduduk perpekan.

Dengan jumlah penduduk Jateng sekitar 34 juta, maka standar jumlah pemeriksaan yakni 34.000 orang yang dites.

"Jumlah testing PCR di Jawa Tengah pada minggu ke-48 adalah 70.053 tes.

Jadi, jumlah tes kita dua kali lebih tinggi dari target WHO," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yulianto Prabowo, dalam keterangan tertulis, Senin (30/11/2020).

Ia menerangkan, tingginya tes di Jateng ini tentu berpengaruh pada tingginya angka kasus positif Covid-19.

Sebab semakin banyak tes yang dilakukan, maka akan semakin banyak kasus yang ditemukan.

"Ini yang perlu diketahui masyarakat. Jadi masyarakat harus paham, kalau kasus ditemukan banyak karena tesnya banyak, itu hal yang positif.

Artinya, kami semua bisa tahu lebih dini, sehingga bisa memberikan respon yang lebih cepat. Kalau jumlah tesnya sedikit, tentunya yang diketahui hasilnya sedikit," tandasnya.

Yulianto menambahkan, upaya menggenjot testing sesuai target WHO sepertinya tidak dilakukan semua daerah di Indonesia.

Ia menyebut, masih banyak provinsi lain yang belum mencapai target tes yang ditetapkan WHO itu.

Tingginya testing tersebut lanjut Yulianto memang berdampak pada tingginya angka positif Covid-19 di Jawa Tengah.

Namun dengan masifnya pengetesan, dapat diketahui siapa saja yang positif, sehingga dapat dilakukan penanganan dengan baik dan benar.

"Dengan begitu, angka kematian bisa terus ditekan. Dan itu terbukti dengan terus turunnya angka kematian di Jawa Tengah tiap pekannya," jelasnya.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved