Breaking News:

Focus

Jadi Raja Tega

Namun pilkada kali ini digelar sangat berbeda dibanding sebelumnya. Pandemi Covid-19 jadi alasan

Penulis: galih pujo asmoro
Editor: muslimah
Bram Kusuma
Galih Pujo 

Jadi Raja Tega

Oleh Wartawan Tribun Jateng

Galu Pujo Asmoro

PENCOBLOSAN pada pilkada tinggal menghitung hari. Direncanakan, pilkada serentak bakal digelar pada 9 Desember mendatang. Artinya, 10 hari ke depan, jutaan warga di Indonesia akan mendatangi tempat pemungutan suara untuk menentukan pemimpinnya hingga 2024.

Namun pilkada kali ini digelar sangat berbeda dibanding sebelumnya. Pandemi Covid-19 jadi alasan. Misalnya pada masa kampanye, tidak ada lagi ribuan orang berkumpul di satu tempat untuk mendengarkan orasi dari pasangan calon maupun juru kampanye.

Berbagai persiapan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 juga dilakukan. Mereka yang bertugas di tempat pemungutan suara (TPS) harus menjalani rapid test dan dinyatakan nonreaktif. Sementara mereka yang reaktif, harus menjalani swab. Jika sampai positif, tugas yang bersangkutan di TPS akan digantikan orang lain.

Amat sangat wajar langkah antisipasi itu dilakukan. Tujuannya tentu jangan sampai pilkada jadi klaster penyebaran Covid-19. Jika hal itu sampai terjadi, apa kata dunia. Nyinyiran pada pemerintah tidak akan habis dalam sehari dua hari. Belum lagi dengan cost yang harus dikeluarkan karena mereka yang terpapar Covid makin banyak.

Di sisi lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menargetkan partisipasi pemilih di angka 77,5 persen. Bukan angka yang kecil di tengah pandemi. Wong saat tidak pandemi saja, angka partisipasi sebesar itu juga terbilang tidak gampang dicapai.

Pilkada serentak dalam beberapa hari ke depan sepertinya jadi pertaruhan pemerintah sekaligus mengetes seberapa ketaatan semua lapisan dalam menerapkan protokol kesehatan.

Lantaran vaksin Covid belum juga ditemukan, pencegahan adalah jalan paling ampuh. Toh mengenai pencegahan Covid-19, sebagian besar orang pasti sudah mengetehauinya. Tinggal mau menerapkan atau tidak.

Kunci dari kedisiplinan penerapan protokol kesehatan adalah kesadaran masyarakat semua pihak dan ketegasan pada semua. Contoh kecil saja, mungkin saat melihat ada tetangga kita yang tidak menggunakan ketika bepergian, belum tentu kita berani mengingatkannya. Dengan tetangga saja tidak, apalagi pada mereka yang kita temui di jalan atau di tempat umum lainnya.

Kaitannya dengan pilkada, antara petugas dan pemilih, umumnya saling mengenal karena kemungkinan besar sama-sama orang lokal. Terkait urusan penerapan protokol kesehatan, dua-duanya harus sama-sama jadi “raja tega”. Bisa jadi mereka adalah tetangga, namun jika sampai tidak mau menerapkan portokol kesehatan, jangan sampai ada rasa “tidak enak sama tetangga”.

Untuk soal masker, mungkin kesadaran masyarakat sudah tinggi. Namun soal jaga jarak itu yang sepertinya bakal jadi pekerjaan rumah besar di saat pencoblosan maupun kehidupan sehari-hari. Padahal, selain masker dan cuci tangan, jaga jarak termasuk komponen utama dalam protokol kesehatan.

Soal protokol kesehatan, mungkin kita harus mengibaratkan jika saat ini kita semua sedang dalam sebuah pesawat yang hendak lepas landas. Sementara protokol kesehatan, adalah telepon genggam yang digunakan di dalam kabin. Begitu melihat ada orang menggunakan telepon genggam saat pesawat hendak lepas landas, pasti akan ada penumpang lain mengingatkan. Kenapa? Karena hampir dipastikan, semua penumpang di dalam pesawat itu tahu hal tersebut berbahaya bagi penerbangan yang bisa berdampak pada keselematan semua penumpang.

Demikian juga dengan protokol kesehatan mencegah Covid-19. Kita tidak pernah tahu siapa yang telah dihinggapi virus Corona. Namun kita bisa tahu dengan pasti siapa yang tidak menerapkan protokol kesehatan secara menyeluruh. Jika sampai itu ada di depan mata kita, seharusnya kita juga bisa seperti penumpang pesawat yang mengingatkan ataupun menegur pengguna telepon genggam di dalam kabin. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved