Breaking News:

Penanganan Corona

Nasib Siswa SD dan SMP Kembali Bersekolah di Sragen Tergantung Satgas Covid-19

Suwardi menyampaikan PTM di Sragen tetap menunggu keputusan satgas Covid-19 Sragen.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Ujicoba pelaksanaan pembelajaran tatap muka di SDN 04 Sragen beberapa bulan lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim beri lampu hijau terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada awal Januari 2021. Namun ketentuan itu dikembalikan di masing-masing daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen, Suwardi menyampaikan PTM di Sragen tetap menunggu keputusan satgas Covid-19 Sragen.

"Kita nanti yang menentukan satgas Covid-19. Sekarang kan tidak pakai zona, tapi nanti kan bisa petakan apa mungkin bisa dilaksanakan," kata Suwardi.

Dia menjelaskan tim akan mencoba menganalisis terlebih dahulu kondisi Covid-19 di Sragen. Jika pelaksanaan PTM di seluruh wilayah kabupaten belum bisa, akan dipilah per kecamatan.

Apabila di tingkat kecamatan belum bisa dipilah per desa. Dia melanjutkan ada banyak desa yang tidak ada sama sekali kasus Covid-19.

"Ternyata soal Covid-19, di beberapa desa tidak ada sama sekali kasus covid-19. Kita petakan dulu, karena kondisi Sragen seperti itu,"katanya.

Dia menyampaikan keberadaan sekolah di desa seperti PAUD dan SD, siswanya di dominasi warga desa disekitarnya.

"Mungkin desa atau kecamatan mana yang masih steril kemudian diterapkan itu juga bisa. Kalau sekarang kan bisa dianalisis sesuai dengan situasi," lanjut dia.

Jika dilaksanakan pembelajaran tatap muka, konsepnya akan sama seperti pelaksanaan uji coba tatap muka yang dilakukan Pemda Sragen beberapa bulan lalu.

Dia menyampaikan pembelajaran tatap muka yang dikemukakan pemerintah pusat tidak jauh berbeda dengan simulasi PTM yang dilakukan Pemkab Sragen.

Terpisah, PLT Bupati Sragen Dedy Endriyatno menyampaikan pihaknya tentu akan mempersiapkan perangkat-perangkat yang digunakan dalam PTM tahun depan.

"Yang jelas kita memastikan, sekolah tidak akan menjadi klaster penyebaran Covid-19 dan ini dijamin oleh satgas."

"Terkait prosedur SOP, siswa masuk seperti apa, akan lebih rijit agar menjadi panduan. Seperti yang digunakan kapasitasnya hanya 50%," katanya.

Dedy melanjutkan banyak orangtua yang menginginkan anak segera masuk sekolah daripada dirumah, ketika anak pergi tidak ada yang mengawasi. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved