Breaking News:

Berita Boyolali

Sejak Oktober, Dinkes Boyolali Berikan Pelatihan untuk Nakes Lakukan Vaksinasi Covid-19

Dinkes Boyolali siapkan tenaga kesehatan di berbagai puskesmas dan rumah sakit sebagai pelaksana program vaksinasi.

Tribunjateng.com/Daniel Ari Purnomo
Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri (jilbab merah) saat diskusi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Hotel Assalam Syariah, Pabelan, Sukoharjo, Kamis (29/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali siapkan tenaga kesehatan di berbagai puskesmas dan rumah sakit sebagai pelaksana program vaksinasi Covid-19 dari pemerintah pusat.

Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S. Survivalina menyampaikan, pihaknya sudah memberikan pelatihan vaksinasi pada setiap tenaga kesehatan di puskesmas yang ada di Boyolali.

"Kepada tenaga kesehatan kami sudah melakukan pelatihan untuk nakes di setiap puskesmas di Boyolali secara daring, pekan depan sudah selesai pelatihannya. Pelatihan dilakukan secara maraton sejak akhir Oktober 2020 hingga pekan depan bulan ini," katanya saat dikonfirmasi, Senin (30/11/2020).

Mengenai logistik, dia menyampaikan pihak Dinkes Boyolali juga sudah menyiapkan tempat penyimpanan vaksin.

Ratri mengharapkan, vaksin Covid-19 diberikan secara bertahap. Sehingga tempat penyimpanan logistik bisa mencukupi.

Menurutnya, masyarakat yang menjadi prioritas vaksinasi Covid-19, yakni mereka yang berusia antara 18-49 tahun, dengan kondisi sehat, tidak mempunyai penyakit bawaan atau komorbid.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat soal program vaksinasi Covid-19.

Namun, pihaknya masih menunggu kepastian kapan dan seberapa banyak yang didapat Kabupaten Boyolali mendapatkan droping vaksin itu.

"Kami akan memberikan vaksin prioritas pertama yakni jajaran nakes terlebih dahulu. Karena jajaran nakes mempunyai risiko tinggi. Nanti jika terjadi pada nakes, maka pelayanan kesehatan bisa lumpuh semuanya," jelasnya.

Dia menyebut, jatah jumlah vaksin yang ideal untuk Boyolali bila dihitung setengah dari total penduduk usia produktif antara 18- 49 tahun, maka sekira 500 ribu dosis.

Ratri berharap, masyarakat yang sudah divaksin menjadi kebal terhadap penularan Covid-19. Sehingga penyakit tersebut tidak sampai menimbulkan keparahan atau komplikasi yang bisa menyebabkan kematian.

"Jadi Covid-19, jika muncul di masyarakat itu, hanya menimbulkan gejala yang ringan saja seperti batuk dan pilek, flu seperti biasa," kata Ratri.

Ia mengharapkan masyarakat  bisa menerima program vaksinasi itu untuk melindungi mereka dari penularan penyakit Covid-19.

"Jika tidak didukung masyarakat, program yang dibiayai pemerintah tersebut akan sia-sia. Covid-19 akan semakin merajalela di Boyolali dan masih ada ancaman bagi masyarakat yang memiliki penyakit bawaan," tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved