Breaking News:

Berita Purbalingga

Pemkab Purbalingga Himpun Bantuan untuk Korban Bencana di Kabupaten Tetangga

Pjs Bupati Purbalingga melepas armada pengangkut logistik bantuan untuk korban bencana di Kab Banyumas dan Cilacap.

Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Pjs Bupati Purbalingga melepas armada pengangkut logistik bantuan untuk korban bencana di Kabupaten Banyumas dan Cilacap, Senin (30/11/2020) di halaman Pendopo Dipokusumo. 

TRIBUNBANYUMAS. COM, PURBALINGGA - Pjs Bupati Purbalingga melepas armada pengangkut logistik bantuan untuk korban bencana di Kabupaten Banyumas dan Cilacap, Senin (30/11) di halaman Pendopo Dipokusumo. 

Bantuan ini merupakan hasil penggalangan Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan BUMN, perbankan, swasta, komunitas masyarakat, PMI dan Baznas. Sarwa, mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengaku prihatin atas musibah bencana alam yang menimpa masyarakat kabupaten tetangga. 

“Dengan semangat kebersamaan teman-teman BUMN dan sebagainya, alhamdulillah kita bisa mengumpulkan CSR dari beliau-beliau untuk berbagi kepada Banyumas dan Cilacap,” kata Pjs Bupati Purbalingga Sarwa Pramana, Senin (30/11/2020) 

Adapun bantuan diberikan dalam bentuk barang, baik bahan makanan, sabun, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari. Bantuan akan diberikan kepada Pemkab Banyumas dan Cilacap. Adapun pendistribusian bantuan ke masyarakat terdampak akan dilakukan oleh pemerintah setempat.

Kepedulian ini, menurut dia, merupakan bentuk solidaritas. Terlebih Banyumas, Cilacap dan Purbalingga adalah satu wilayah sebagai eks Karesidenan Banyumas. 

“Sehingga ketika satu sakit kita juga harus ikut merasakan sakit,” katanya.

Ia juga berharap, melalui bantuan ini, Kabupaten Purbalingga bisa tetap aman dan terhindar dari bencana. Rasa kebersamaan dan solidaritas ini juga diharapkan senantiasa bisa terus dipupuk. 

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda, Agus Winarno mengatakan, total bantuan jika dirupiahkan sekitar Rp 20 juta. Bantuan diberikan dalam bentuk barang. 

"Karena saat kita menghimpun itu sudah dalam bentuk barang, tidak ada bentuk uang. Kita bagi dua secara proporsional. Tentunya Cilacap lebih besar karena bencananya lebih besar," katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved