Breaking News:

Berita Video

Video Puluhan Ribu Obat dan Jamu Ilegal Produksi Cilacap Dibakar

Jajaan Ditresnarkoba Polda Jateng musnahkan puluhan ribu obat dan jamu ilegal yang diproduksi Dusun Karang.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video puluhan ribu obat dan jamu ilegal produksi Cilacap dibakar.

Jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jateng musnahkan  puluhan ribu obat dan jamu tradisional ilegal yang diproduksi Dusun Karang RT 008/RW 006, Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Cilacap.

Uniknya Pemusnahan puluhan ribu  obat dan jamu ilegal dilakukan dengan cara dibakar di krematorium Kedungmundu, Semarang, Senin (30/11/2020).

kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutrisna mengatakan pelaku pada perkara tersebut telah tertangkap. Saat ini perkara itu telah memasuki tahap P21 atau tahap 1 dan rencananya tahap 2 ke kejaksaan akan segera dilaksanakan.

"Barang bukti ini(yang dimusnahkan) dari dua pelaku yakni AR (55) dan EH (27)," jelasnya.

Kombes Iskandar mengatakan barang bukti itu berasal dari Cilacap. Barang bukti itu berupa 23068 kapsul yang terdiri dari madu, bubuk, kopi hingga obat kuat. Tidak hanya itu barang yang disita berupa 900 sachet berupa bubuk  jamu kemasan. 

"Ada juga dalam bentuk kopi berjumlah 60 sachet,"tutur dia.

Ia mengatakan kedua tersangka dijerat Pasal 197 UU RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara dan subsider pasal 196 UU RI 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. 

Dirresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol IG Agung Prasetyoko menambahkan pengungkapan berdasarkan dari laporan masyarakat. Obat dan jamu ilegal itu diproduksi oleh home industri (industri rumahan).

"Kemasannya dicetak sendiri termasuk pengolahannya. Barang bukti yang ada saat ini tinggal dipasarkan,"terangnya.

Menurut dia, harga  jamu maupun obat yang dipasarkan  oleh pelaku  tersebut relatif tergantung produknya. Setiap bulannya kedua pelaku itu mendapatkan omset bersih Rp 15 juta per bulan. 

"Korban yang menggunakan produk ini sekitar 40 juta warga. Barang bukti ini sangat berbahaya jika dikonsumsi masyarakat,"jelas dia.

Ia menuturkan kasiat produk yang disita itu hanyalah fiktif atau palsu. Produk tersebut dapat membahayakan masyarakat.

"Produk itu tidak sesuai standar kesehatan, dan tidak memilik izin peredarannya," ujar dia. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved