Breaking News:

Berita Nasional

Viral Azan Jihad Resahkan Netizen, Ini Penjelasan MUI

Viral di media sosial beberapa video yang menampilkan sekelompok orang menyisipkan ajakan jihad melalui azan.

GOOGLE
Ilustrasi azan 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Viral di media sosial beberapa video yang menampilkan sekelompok orang menyisipkan ajakan jihad melalui azan

Ketua MUI Pusat KH Cholil Nafis menanggapi hal tersebut. 

Cholil mengatakan, Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengubah kata-kata dalam azan.

Baca juga: Pria Ini Merasa Tertipu, Rumah yang Dibeli Ternyata Dibangun di Atas Ruang Terbuka Hijau

Baca juga: Dahsyatnya Kecelakaan Maut di Tol Cipali Libatkan 2 Tronton dan Elf, 10 Tewas, Ini Foto-fotonya

Baca juga: Isak Tangis Sambut Kedatangan Satu Keluarga yang Tewas Kecelakaan di Tol Cipali

Baca juga: Bercocok Tanam Selama Pandemi Covid-19, Soimah Hasilkan Puluhan Juta Per Bulan

Muhammad Cholil Nafis
Muhammad Cholil Nafis (Tribunnews.com)

Menurut Cholil, azan tidak boleh diganti menjadi ajakan jihad

"Nabi Muhammad SAW tak pernah mengubah redaksi azan.

Bahkan saat perangpun tak ada redaksi azan yang diubah.

Redaksi adzan itu tak boleh diubah menjadi ajakan jihad.

Karena itu ibadah yang sifatnya tauqifi," ujar Cholil kepada Tribunnews.com, Senin (30/11/2020). 

Cholil menjelaskan di zaman Nabi Muhammad SAW pernah dilakukan penambahan atau perubahan redaksi azan ketika ada cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang.

Azan diubah dengan pemberitahuan dalam redaksi azan bahwa masyarakat diminta untuk salat di rumahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved