Breaking News:

Berita Purbalingga

Di Masa Pandemi Lalu Lintas Lengang, Angka Kecelakaan di Purbalingga Justru Tinggi

Tingginya angka kasus kecelakaan lalu lintas menjadi keprihatinan tersendiri di masyarakat.

Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Focus Group Discussion Dikmas Lantas di masa pandemi, Rabu (02/12/2020) 

TRIBUNBANYUMAS. COM, PURBALINGGA - Tingginya angka kasus kecelakaan lalu lintas menjadi keprihatinan tersendiri di masyarakat. Bahkan, di masa pandemi Covid 19 dimana masyarakat mengurangi bepergian keluar, angka kecelakaan di jalan raya masih cukup tinggi. 

Sat Lantas Polres Purbalingga mencatat, selama kurun waktu Januari sampai November tahun 2020, terjadi 417 kasus kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Purbalingga.  Akibat kecelakaan itu, 68 orang meninggal dunia.  Sedangkan 477 orang mengalami luka akibat insiden di jalan raya. 

"68 orang meninggal akibat kecelakaan di Purbalingga sampai November 2020 ini, "kata Kasatlantas Polres Purbalingga AKP Fadli, Rabu (2/12/2020) 

Ini tak beda jauh dengan kasus kecelakaan di tahun sebelumnya, tahun 2019. Pada tahun 2019, pihaknya mencatat ada 579 kasus kecelakaan. 79 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas tersebut. Serta 712 orang mengalami luka. 

Tetapi situasi tahun 2020 ini berbeda lantaran dicekam masa pandemi berkepanjangan. Pada tahun ini, bisa dibilang, kondisi lalu lintas normal hanya sekitar dua bulan, Januari dan Februari, atau sebelum virus Covid 19 masif menjangkiti masyarakat Indonesia. 

Setelahnya, mulai bulan Maret, saat virus Covid 19 mulai menyebar, kondisi lalu lintas berubah. Ini tak lepas dari imbauan pemerintah agar masyarakat berdiam di rumah jika tidak ada kepentingan di luar. Imbauan itu pun ampuh. Saat itu masyarakat mulai mengurangi aktivitas bepergian. 

Ini tak ayal membuat volume kendaraan di jalan raya berkurang drastis. Lalu lintas di jalan utama yang biasanya padat menjadi lengang. Kondisi arus lalu lintas mulai berangsur normal ketika memasuki era adaptasi kebiasaan baru. 

Ternyata, meski lalu lintas sepi dan volume kendaraan di jalan raya menurun, angka kecelakaan masih juga tinggi.  Karenanya, di tengah situasi lalu lintas yang tidak normal di masa pandemi, ia menyebut, 417 kasus kecelakaan dengan 68 orang meninggal di tahun 2020 terbilang tinggi. Bahkan, bisa diasumsikan meningkat. 

Ia menilai, minimnya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas menjadi salah satu pemicunya. 

"Kebijakan WFH otomatis volume kendaraan berkurang. Tapi data kecelakaan tahun 2020, perbandingannya hanya selisih sedikit dengan data tahun 2019. Dilihat dengan situasi pandemi, saya rasa ini meningkat, "katanya

Terlebih, ini belum memasuki puncak keramaian lalu lintas yang diperkirakan akan terjadi di akhir tahun bersamaan dengan momentum libur panjang Natal dan Tahun Baru.  Meningkatnya volume kendaraan bisa meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya. 

Fadli mengatakan, penyebab kecelakaan lalu lintas beragam, mulai faktor kondisi jalan, kondisi lingkungan semisal penerangan, kondisi kendaraan, hingga kelalaian manusia (humas error) atau tindakan pelanggaran lalu lintas.  Karenanya, untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya, pihaknya selalu mengimbau masyarakat untuk tertib dalam berlalu lintas. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved