Breaking News:

Berita Semarang

Disbudpar Gelar Pameran Ekonomi Kreatif untuk Wadahi Kreatifitas Kreator di Tengah Pandemi Covid-19

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang menggelar pameran enam subsektor ekonomi kreatif.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Pengunjung melihat sejumlah karya dalam acara BIMTEK EKONOMI KREATIF yang berlangsung di Merapi Ballrom Hotel Grasia, Semarang, Rabu (2/12/20). Acara ini dimeriahkan oleh 10 kreator Kriya ternama di Semarang. Lebih dari 10 seniman visual dan lukis. Karya kolaborasi 6 sub sektor yakni film dkv , kriya animasi, aplikasi, musik dalam satu event dan menampilkan hasil karya dari para pelaku kreatif kota semarang. Untuk mencegah penularan Covid19 semua pengunjung wajib menerapkan Tiga M. Kegiatan ini di live streamingkan di kanal youtube disbudparkotasemarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Keb

Pengunjung melihat sejumlah karya dalam acara BIMTEK EKONOMI KREATIF yang berlangsung di Merapi Ballrom Hotel Grasia, Semarang, Rabu (2/12/20). Acara ini dimeriahkan oleh 10 kreator Kriya ternama di Semarang. Lebih dari 10 seniman visual dan lukis. Karya kolaborasi 6 sub sektor yakni film dkv , kriya animasi, aplikasi, musik dalam satu event dan menampilkan hasil karya dari para pelaku kreatif kota semarang. Untuk mencegah penularan Covid19 semua pengunjung wajib menerapkan Tiga M. Kegiatan ini di live streamingkan di kanal youtube disbudparkotasemarang.
Pengunjung melihat sejumlah karya dalam acara BIMTEK EKONOMI KREATIF yang berlangsung di Merapi Ballrom Hotel Grasia, Semarang, Rabu (2/12/20). Acara ini dimeriahkan oleh 10 kreator Kriya ternama di Semarang. Lebih dari 10 seniman visual dan lukis. Karya kolaborasi 6 sub sektor yakni film dkv , kriya animasi, aplikasi, musik dalam satu event dan menampilkan hasil karya dari para pelaku kreatif kota semarang. Untuk mencegah penularan Covid19 semua pengunjung wajib menerapkan Tiga M. Kegiatan ini di live streamingkan di kanal youtube disbudparkotasemarang. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

udayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menggelar pameran enam subsektor ekonomi kreatif antara lain film, desain komunikasi visual (DKV), kriya, animasi, aplikasi, dan musik. Hasil karya para pelaku ekonomi kreatif ditampilkan di Merapi Ballroom Hotel Grasia Semarang, Rabu (2/12/2020).

Pameran ini dimeriahkan 10 kreator kriya ternama di Semarang serta sejumlah seniman visual dan lukis. Sebelumnya, mereka telah mendapatkan pembelajaran dari para narasumber dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) CHSE.

Sekda Kota Semarang, Iswar Aminudin mengatakan, Pemerintah Kota Semarang sangat mendukung kreatifitas anak muda. Menurutnya, kreatifitas ini perlu ditumbuhkembangkan melalu program-program pemerintah. Kreatifitas mereka sangat dibutuhkan untuk pembangunan Kota Semarang yang lebih maju.

Di samping untuk meningkatkan perekonomian, kreatifitas anak muda juga menghindarkan dari kenakalan remaja semisal narkoba dan tindak kejahatan.

"Kita yakin keberhasilan suatu kota ditopang oleh pemudanya. Harapan kami para pemuda terus mengembangkan kreatifitasnya. Ini akan kami dorong dengan program-program pemerintah," paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengapresiasi program kerja Pemkot Semarang pada akhir tahun 2020 ini. Menurutnya, ada tiga hal yang dilakukan oleh Pemkot yakni menangani Covid-19, menumbuhkan perekonomian, dan melakukan jaring pengaman sosial.

"Selama beberapa hari pelatihan CHSE, kami amati langsung, kami lihat semangat pelaku seni dan wisata luar biasa. Mereka semangat mendukung program pemerintah untuk menumbuhkan perekonomian," jelasnya.

Dia berharap, dengan program-program pemkot di sektor wisata dapat menimbulkan multiplier effect untuk sektor lainnya.

Seorang kreator, Zahra Rahmi mengaku senang mengikuti pameran ekonomi kreatif ini. Di tengah pandemi ini, ia mengaku, usahanya di bidang handicraft cukup terdampak. Permintaan pasar menurun sekitar 30 persen. Dengan kegiatan ini, dia berharap industri kreatif bisa kembali berkembang.

"Saya lumayan terdampak karena jualannya bukan baramg primer, tapi produksi tetap berjalan tapi saya menyesuaikan kebutuhan pasar. Lebih banyak membuat strep masker," terang Zahra.

Dia berharap, ke depan Pemerintah Kota Semarang dapat terus mendorong industri kreatif dengan menggelar kegiatan pameran agar dapat memperluas pasar.

"Sudah sekitar delapan bulan vakum tidak ada kegiatan. Dengan adanya pameran ini tentu sangat senang. Saya harap pemerintah memberikan banyak ruang seperti ini," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved