Breaking News:

Berita Purbalingga

Terdampak Pandemi Covid-19, 90 Warga Purbalingga Dilatih Wirausaha dari Dana Zakat

Pandemi Covid 19 membuat banyak warga kehilangan mata pencahariannya, ekonomi keluarga goyang.

Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Pelatihan usaha laundry untuk mustahik di Owabong Cottage, Selasa (1/12/2020)(ist 

TRIBUNBANYUMAS. COM, PURBALINGGA - Pandemi Covid 19 membuat banyak warga kehilangan mata pencahariannya. Ekonomi keluarga goyang karena tiada penghasilan atau berkurang. Di masa pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya, masyarakat harus tetap produktif. Bagaimanapun, kehidupan terus berlanjut dengan berbagai tuntutannya yang tak bisa dihindari. 

Basnaz Provinsi Jawa Tengah ikut memikirkan nasib masyarakat terdampak pandemi Covid 19. Lembaga itu punya cara tersendiri untuk membangkitkan masyarakat dari keterpurukan karena wabah. 

Sebanyak 90 mustahik (penerima zakat) mengikuti pelatihan  bidang usaha laundri yang diselenggarakan Baznas Provinsi Jawa Tengah. Tahap kelima dan keenam diikuti oleh peserta se-eks karesidenan Banyumas, Kabupaten Kebumen dan Purworejo berlangsung di kompleks Owabong Cottage, akan berlangsung 1 – 4 Desember 2020.

"Pelatihan ini merupakan angkatan kelima dan enam. Angkatan pertama dan kedua berlangsung untuk kabupatan/kota Solo Raya dan Kedu. Angkatan ketiga dan keempat untuk wilayah eks karesidenan Semarang dan Pati berlangsung di Salatiga” kata Ketua panitia penyelenggara Rajimin, Selasa (1/12/2020). 

Ia menayampaikan alasan penyelenggaraan pelatihan usaha laundri. Menurut dia, pandemi covid-19 berdampak terhadap banyaknya pekerja kehilangan lapangan pekerjaan maupun di PHK. Bidang usaha laundri dipilih untuk materi pelatihan karena jenis usaha ini mudah dan ramai permintaan. 

Di tengah situasi pandemi saat ini, peran Baznas yang menggalang dana zakat dari masyarakat tentu amat dibutuhkan. Termasuk untuk membantu pemerintah  mengurangi angka pengangguran yang semakin tajam karena pandemi. 

Wakil Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah Ahyani mengatakan, dalam rangka pendayagunaan dana zakat, mengurangi kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat, Baznas Provinsi Jawa Tengah mengadakan pelatihan-pelatihan. Semisal pelatihan tenaga konstruksi. Dalam pelatihan tenaga konstruksi ini, para peserta bahkan endapatkan sertifikat dari kementerian PUPR. Kabar baiknya, sertifikat tersebut dapat dimanfaatkan untuk bekerja sebagai tenaga konstruksi di luar negeri.

Selain itu, Baznas Jawa Tengah juga mengadakan pelatihan budidaya lele, budidaya cacing sutra, pelatihan usaha pangkas rambut hingga usaha laundri. 

Menariknya, khusus untuk pelatihan laundri ini, akan diajarkan laundri yang syariah. 

“Yang dilatihkan oleh Baznas Jawa Tengah sedapat mungkin laundri yang syariah. Ini sedang berkembang di kota-kota besar dan banyak pelanggannya terutama umat Islam,” jelasnya.

Pjs Bupati Purbalingga Sarwa Pramana  mengungkapkan, Baznas Jawa Tengah memiliki pendapatan zakat luar biasa. Dalam satu tahun, Baznas mampu menghimpun zakat mencapai angka Rp 50 miliar lebih. Para ASN di Pemprov Jateng, menyetorkan zakatnya tidak saja dari gaji, namun juga dari tunjangan atau tambahan penghasilan.

“Saya kasih gambaran, gaji saya Rp 10 juta dan TPP saya Rp 20 juta. Berarti saya sudah Rp 30 juta dipotong 2,5% untuk zakat,” katanya saat membuka pelatihan di Owabong Cottage, Selasa (01/12). (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved