Breaking News:

Focus

Wajib Disiplin Ketat Agar Selamat Hadapi Pilkada

TUJUH hari ke depan, Pilkada serentak 2020 akan digelar. Di Jawa Tengah terdapat 21 kabupaten/kota dengan jumlah pemilih sekira 15,5 juta orang

Istimewa
Tajuk Ditulis Oleh Jurnalis Tribun Jateng M Nur Huda 

Wajib Disiplin Ketat Agar Selamat Hadapi Pilkada

Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TUJUH hari ke depan, Pilkada serentak 2020 akan digelar. Di Jawa Tengah terdapat 21 kabupaten/kota dengan jumlah pemilih sekira 15,5 juta orang.

Pilkada serentak tahun ini menjadi perhatian serius karena akan berlangsung di tengah pandemi covid-19. Sebab pergerakan wabah sulit terdeteksi keberadaannya dan siapa saja yang telah tertular.

Yang lebih menakutkan lagi ketika ada orang yang tertular namun kategori tanpa gejala. Kemudian tanpa sengaja menularkan pada orang lain yang daya imun tubuhnya lebih rendah, tentu cukup mengkhawatirkan.

Tapi, pemerintah telah membuat keputusan Pilkada serentak 2020 harus tetap dijalankan dengan berbagai pertimbangan. Langkah yang dapat dilakukan guna mencegah penularan virus adalah penerapan protokol kesehatan (prokes).

Pandemi telah memaksa pemerintah memundurkan waktu pemungutan suara dari 23 September ke 9 Desember demi memberi waktu bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempersiapkan prokes yang harus diterapkan pada tiap tahapan pelaksanaannya. Prokes inilah yang mestinya dijaga bersama.

KPU telah merilis 12 ketentuan prokes yang harus diperhatikan para pemilih, yaitu pemilih wajib pakai masker di TPS, menjaga jarak fisik dengan orang lain, harus mencuci tangan sebelum dan sesudah mencoblos, menjalani pengukuran suhu tubuh saat masuk TPS.

Kemudian pemilih memakai sarung tangan plastik dari panitia TPS saat mencoblos, tanda telah mencoblos berupa tangan pemilih ditetesi tinta (tidak dicelup), daftar pemilih di 1 TPS maksimal 500 orang, seluruh anggota KPPS memakai Alat Pelindung Diri, TPS disemprot disenfektan secara berkala.

Selanjutnya, ada bilik khusus bagi pemilih dengan suhu tubuh lebih dari 37,3 derajat celcius, dilarang berkerumun dan kontak fisik selama di TPS, Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara memuat info jadwal memilih, imbauan pakai masker, bawa pulpen, dan kartu identitas (KTP atau Surat Keterangan Perekaman KTP).

Sementara prokes yang harus dipatuhi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pilkada Serentak 2020 telah diatur dalam pasal 68 PKPU Nomor 6 Tahun 2020.

Bagaimanapun penyelenggara pemilu berhadapan langsung dengan banyak orang. Kepatuhan pada prokes tak boleh ditawar. Hanya dengan cara disiplin ketat penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 berjalan dengan aman, selamat, sehat untuk penyelenggara dan pemilihnya.

Namun, petugas di pemungutan suara tak bisa bekerja sendirian untuk menghindari dari serangan wabah. Dibutuhkan dukungan semua pihak, mulai satgas penanganan covid-19, pengawas pemilu, untuk menindak tegas pada pelanggaran prokes.

Bawaslu mesti bersikap tegas, saat pemungutan suara memastikan pihak yang tidak menaati prokes tidak akan diperbolehkan masuk ke TPS.

Yang tak kalah penting, kepedulian para calon kepala daerah. Sebagai calon pemimpin, tentu wajib memberikan teladan dimulai dari kedisiplinan dirinya sendiri, pada tim pemenangannya, hingga simpatisannya.

Salah satu contohnya semisal saat calon mendatangi TPS untuk melakukan pemungutan suara, tak perlu menggelar iring-iringan dan menciptakan kerumunan. (*)

Penulis: m nur huda
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved