Breaking News:

Sudah Ditangkap, Polisi Sebut Pelaku Sebar Video Azan Jihad dengan Masif

Tersangka berinisial H menyebarkan video azan jihad tersebut secara masif melalui akun instagram pribadinya @hashophasan.

Editor: Vito
stimewa/tangkapan layar video
Tangkapan layar ketujuh warga Majalengka yang memberikan pernyataan permohonan maaf atas perbuatan yang telah membuat kegaduhan masyarakat Majalengka. Mereka telah membuat video berisi melafalkan azan yang mengganti kalimat hayya alas sholah menjadi hayya alal jihad dan sempat viral di media sosial. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial H yang diketahui menjadi penyebar video azan seruan jihad di akun Instagramnya @hashophasan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pria tersebut menyebar video azan yang mengubah kalimat hayya alas sholah menjadi hayya alal jihad.

"Pelapor pada tanggal 29 November 2020 melihat postingan di media sosial Instagram dengan nama @hashophasan telah mengunggah video yang mengumandangkan azan tetapi pada kalimat 'hayya' ala ashaa-ashala' diganti dengan 'hayya' ala jihad'," ujarnya, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/12).

"Dan ketika video tersebut didengar oleh orang dan masyarakat Indonesia, dapat menimbulkan kegaduhan dan provokasi, seolah-olah Indonesia saat ini sedang berjihad atau bertarung melawan musuh. Atas kejadian itu, pelapor sebagai umat Islam dan sebagai warga negara Indonesia merasa dirugikan," imbuhnya.

Yusri menuturkan pria berinisial H itu diamankan Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada 3 Desember di kediamannya di Cakung, Jakarta Timur. Pelaku bekerja sebagai kurir keliling dokumen di satu perusahaan swasta di Jakarta.

Ia mengungkapkan, tersangka menyebarkan video tersebut secara masif melalui akun instagram pribadinya @hashophasan. "Kemudian dilakukan pemeriksaan dan memang betul akun itu adalah milik dari saudara H sendiri," kata Yusri.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti dua telepon genggam dan satu akun Instagram @hashophasan. Hingga kini, Kepolisian masih mendalami motif pelaku dan mengembangkan kemungkinan adanya tersangka lain.

"Modus operandi pelaku memang masuk dalam satu grup WhatsApp FMCO News (Forum Muslim Cyber One), kemudian dia menemukan adanya unggahan video-video yang ada di grup tersebut ya," paparnya.

Selain itu, Yusri menyatakan, pihaknya berkoordinasi pula dengan Menkominfo untuk men-take down video yang dapat meresahkan masyarakat itu. "Kami tidak berhenti di sini. Kami akan mengembangkan apakah ada tersangka lain. Kai juga berkoordinasi dengan menkominfo untuk menurunkan video-video itu," jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 28 ayat 2 Jo pasal 45A ayat 2 UU No. 19/2016 atas perubahan UU No. 11/2008 tentang ITE, dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

"Kami juga kenakan pasal berlapis, yaitu Pasal 156a KUHP dan Pasal 160 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun," tuturnya. (Tribun network)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved