Breaking News:

Berita Purbalingga

Pilbup Purbalingga 2020, Perlindungan Kesehatan dan Mencoblos di TPS Sama Pentingnya

Pasien positif Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah pun tidak diabaikan

Tribunnews
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNBAJATENG. COM, PURBALINGGA - Kabupaten Purbalingga untuk pertama kalinya dalam sejarah akan menggelar pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah di tengah pandemi Covid-19.

Pjs Bupati Purbalingga Sarwa Pramana memastikan, penggunaan hak pilih dan perlindungan kesehatan masyarakat akan berjalan beriringan sampai pada suksesnya penyelenggaraan Pilkada.

Bagaimanapun, keduanya sama-sama penting. Masyarakat harus memilih untuk mendapatkan pemimpin. Di lain sisi, situasi wabah Covid 19 membuat mereka harus mematuhi protokol kesehatan untuk mengurangi risiko penularan virus korona. 

“Ada hal penting yang harus kita kawal, pertama bagaimana masyarakat hadir di TPS, yang kedua kesehatan juga menjadi prioritas untuk dilindungi, sehingga ini sama penting pentingnya. Yang ketiga, bagaimana ekonomi bisa berjalan,” katanya, Jumat (4/12/2020) 

Pasien positif Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah pun tidak diabaikan.

Jangan sampai hak pilih mereka hilang hanya karena dikarantina. Ia meminta KPU berkoordinasi dengan KPPS untuk menginventarisasi pasien positif Covid-19 di masing-masing desanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, drg Hanung Wikantono menyampaikan, Kabupaten Purbalingga saat ini sedang di Zona Merah Covid-19.

Karena itu, penegakkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada sudah tidak ada lagi tawar menawar. 

Pada hari pelaksanaan Pilkada, 9 Desember 2020 mendatang, Dinas Kesehatan menggelar piket tugas. Semua fasilits kesehatan siap menangani ketika ada keadaan darurat. 

"Sehingga ada petugas kesehatan yang standby,” katanya. 

Ia menjelaskan saat ini pasien positif Covid-19 yang dirawat di eks-SMPN 3 Purbalingga masih ada 36 orang.  Selain itu, 178 pasien lain dirawat di fasilitas kesehatan dan 542 pasien menjalani isolasi mandiri di rumah.

Pihaknya nanti akan memberikan data pasti pasien yang menjalani Isolasi mandiri di rumah kepada KPU pada h-2 atau h-3.

Data itu diberikan ke KPU agar disikapi terkait strategi pelaksanaan pencoblosan bagi pasien Covid yang aman. 

“Memang lebih baik mereka (pasien positif isolasi mandiri) saat pemungutan suara dikunjungi petugas TPS, dan di akhir pemungutan. Daripada dia datang ke TPS maka akan ada risiko, silakan dicari solusinya,” katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved