Biodata Juliari Batubara Menteri Sosial Tersangka Korupsi Bansos Covid-19
Biodata Juliari Batubara Menteri Sosial yang menjadi tersangka korupsi bantuan sosial covid-19.Juliari Batubara merupakan Politikus PDIP.
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM- Biodata Juliari Batubara Menteri Sosial yang menjadi tersangka korupsi bantuan sosial covid-19.
Juliari Batubara merupakan Politikus PDIP.
Setelah menamatkan pendidikan di Amerika, tahun 1998, Juliari Batubara memang langsung ikut dalam perusahaan yang didirikan sang ayah.
Ayahnya memang sengaja mempersiapkan Juliari Batubara untuk meneruskan bisnis keluarga. Keinginan tersebut disambut baik oleh Ari sendiri.
Barulah sejak tahun 2003, Juliari Batubara dipercaya sang ayah untuk memimpin perusahaan yang memproduksi pelumas ini.
Baca juga: Arab Saudi Sempat Tuding Habib Rizieq Terima Uang Ilegal, Mahfud MD Langsung Beri Penjelasan
Baca juga: Hashim Akui Prabowo Marah Seusai Edhy Prabowo Ditangkap, Rocky Gerung: Ngamuk Meledak-ledak Viral
Baca juga: Rahma Sebut Pecah Kaca Mobil di Tembalang Berlangsung saat Kondisi Hujan Deras dan Sepi
Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok Senin 7 Desember 2020, Taurus Jangan Pergi Jika Masih Cinta
Sebagai perusahaan swasta pertama dan terbesar yang memproduksi pelumas, Juliari Batubara memang banyak menorehkan prestasi tersendiri dari segi bisnis dan perusahaan.
Awal ketika masih dipegang oleh sang ayah, perusahaan tidaklah terlalu ketat dalam pelaksanaan manajemen di dalam tubuh perusahaan.
Riwayat Pendidikan
SD St.Franciscus ASISI Tebet Jakarta. Tahun: 1979 - 1985
SMP ST.Franciscus ASISI Tebet Jakarta. Tahun: 1985 - 1988
SMAN 8 Tebet Jakarta. Tahun: 1988 - 1991
Riverside City College USA. Tahun: 1991 - 1995
Bussiness Administration with minor in Finance, Chapman University USA. Tahun: 1995 - 1997
Riwayat Pekerjaan:
PT.Tridaya Mandiri, Sebagai: Komisaris Utama. Tahun: 2005 - -
PT.Bwana Energy, Sebagai: Direktur Utama. Tahun: 2004 - -
PT.Arlinto Perkasa Buana, Sebagai: Direktur Utama. Tahun: 2003 -
PT.Wiraswasta Gemilang Indonesia, Sebagai: Direktur Utama. Tahun: 2003 - 2012
PT.Wiraswasta Gemilang Indonesia, Sebagai: Commercial Division. Tahun: 2002 - 2003
PT.Wiraswasta Gemilang Indonesia, Sebagai: Marketing Supervisor & Business Devollopment Nanager. Tahun: 1008 - 2002
Riwayat Organisasi
PDI Perjuangan, Sebagai: Wakil Bendahara. Tahun: 2010 - skrg
Komite Tetap Akses Imformasi Peluang Bisnis-Bidang UMKM KADIN Indonesia, Sebagai: Wakil Ketua. Tahun: 2009 - 2010
Masyarakat Pelumas Indonesia (MASPI), Sebagai: Amggota Dewan Penasehat. Tahun: 2008 - 2014
Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan, Sebagai: Anggota. Tahun: 2008 -
Asosiasi Produsen Pelumas Indonesia (ASPELINDO), Sebagai: Ketua Harian. Tahun: 2007 - 2014
Biro Promosi & Pemasaran KONI Pusat, Sebagai: Ketua. Tahun: 2007 - 2011
Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan, Sebagai: Amggota . Tahun: 2003 -
Yayasan Pendidikan Menengah 17 Agustus 1945, Sebagai: Ketua. Tahun: 2003 - 2014
Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI), Sebagai: Ketua Umum. Tahun: 2003 - 2011
Pemberdayaan Usaha dan Masyarakat PB PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indpnesia), Sebagai: Ketua IV. Tahun: 2002 - 2004
OSIS SMAN Tebet, Sebagai: Pengurus. Tahun: 1989 - 1990
OSIS SMP ASISI Tebet, Sebagai: Pengurus. Tahun: 1986 - 1987.
Korupsi bansos covid-19
Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) telah menangkap dan menetapkan tersangka terhadap Menteri Sosial ( Mensos), Juliari P Batubara, terkait kasus korupsi pengadaann bantuan sosial atau bansos penanganan Covid-19 di Kementerian Sosial tahun 2020.
Dikutip dari Kompas Tv, Minggu (6/12/2020), Ketua KPK Firli Bahuri mengungkapkan, kasus suap ini diawali adanya pengadaan bansos penanganan Covid-19 berupa paket sembako untuk warga miskin dengan nilai sekitar Rp 5,9 triliun dengan total 272 kontrak dan dilaksanakan dengan dua periode.
Juliari Batubara selaku Menteri Sosial menunjuk MJS dan AW sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Sosial dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan cara penunjukan langsung para rekanan.
Dalam penunjukan rekanan tersebut, diduga telah disepakati dan ditetapkan adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui MJS.
Untuk fee tiap paket Bansos disepakati oleh MJS dan AW sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket Bansos.
Selanjutnya oleh MJS dan AW pada bulan Mei sampai dengan November 2020, dibuatlah kontrak pekerjaan dengan beberapa suplier sebagai rekanan.
Ketiganya yakni, AIM, HS dan juga PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) yang diduga milik MJS.
Bansos yang dikelola Kementerian Sosial ini merupakan bansos yang terbesar dari pemerintah pusat yang ditujukan untuk warga terdampak pandemi Covid-19, terutama mereka yang masuk golongan warga kurang mampu.
Pemerintah pusat sendiri menganggarkan dana lebih dari Rp 431 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Kementerian Sosial mendapatkan anggaran bansos terbesar.
Kementerian Sosial mengalokasikan anggaran tersebut untuk beberapa program yang terbagi dalam paket-paket bantuan pemerintah untuk perlindungan sosial.
Dilansir dari Antara, realisasinya bantuan perlindungan sosial pemerintah pusat hingga per 30 November 2020 yakni Rp 207,8 triliun atau 88,9 persen dari pagu Rp 233,69 triliun.
Program bansos tersebut meliputi PKH Rp 36,71 triliun, kartu sembako Rp 39,71 triliun, bantuan sembako Jabodetabek Rp 6,44 triliun, dan bantuan sembako non-Jabodetabek Rp 33,33 triliun.
Berikutnya adalah bansos tunai penerima sembako Rp 4,5 triliun, dan bansos beras bagi penerima PKH Rp 5,26 triliun.
Selain digunakan untuk bansos warga miskin, dana PEN juga disalurkan untuk berbagai program antara lain Kartu Prakerja Rp 19,9 triliun, diskon listrik Rp 9,74 triliun, BLT dana desa Rp19,17 triliun.
Tak lama ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap, Menteri Sosial Juliari P Batubara ditangkap KPK. Kedatangannya di Gedung Merah Putih KPK dikawal ketat, Minggu (6/12/2020).
Baca juga: Bantah Dipukul Nikita Mirzani, Lolly Kabur dari Rumah Karena Lakukan Kesalahan Ini
Baca juga: Nenek 60 Tahun Ini Sudah Nikahi 14 Pemuda, Kaya Raya & Pernah Jadi Calon Wali Kota
Baca juga: BREAKING NEWS : Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji Positif Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/menteri-sosial-juliari-batubara.jpg)