Breaking News:

Berita Purbalingga

Penanganan Dampak Longsor di Tumanggal Purbalingga Tunggu Kajian Geologi

Penanganan dampak bencana tanah bergerak di Dukuh Pagersari masih harus menunggu mitigasi dan analisa tim ahli.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Istimewa
Pemkab Purbalingga tinjau lokasi bencana tanah longsor yang sebabkan jalan putus, Senin (7/11/2020). 

TRIBUN BANYUMAS. COM, PURBALINGGA - Penanganan dampak bencana tanah bergerak di Dukuh Pagersari, Desa Tumanggal Kecamatan Pengadegan, masih harus menunggu mitigasi dan analisa tim ahli dari Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah dan Fakultas Geologi Unsoed Purwokerto. 

“Setelah mendapatkan hasil rekomendasi terkait kajian itu, baru kita akan lakukan tindak lanjut penanganan, apakah perlu relokasi atau hanya renovasi,” ujar Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, Senin (7/12).

Bencana alam tanah bergerak di Desa Tumanggal berdampak  terhadap sedikitnya  214 kepala keluarga (KK), atau 710 jiwa. Mereka menempati 165 rumah . Adapun rumah yang mengalami kerusakan berjumlah 76 unit terdiri dari rumah rusak berat sebanyak 20, rusak sedang 1 rumah dan rusak ringan 55 rumah.

Selain bencana di desa Tumanggal, terjadi bencana tanah longsor yang mengakibatkan dua titik jalan di Dukuh Mlayang Desa Sidareja Kecamatan Kaligondang nyaris terputus. Tanah longsor juga terjadi di wilayah Rt 4 RW 2 Desa Wlahar Kecamatan Rembang. Sedikitnya terdapat 6 KK terdampak karena tanah yang longsor berada persis di bagian belakang rumahnya.

Bupati juga mengecek lokasi bencana di Desa Kaliori Kecamatan karanganyar. Akibat tanah longsor, ruas jalan yang menghubungkan ke wilayah RT 22 terputus total. Akibatnya, 80 keluarga yang menghuni wilayah itu hanya bisa mengakses jalan dengan berjalan kaki. Selain itu, menurut keterangan Kepala Desa Ada Subarkat, di desanya juga ada satu jembatan yang mengalami putus akibat banjir.e

Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan empati dan perhatian kepada warga yang membutuhkan. 

“Tentunya penanganan bencana di beberapa tempat membutuhkan sengkuyung dari seluruh elemen masyarakat,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved