Breaking News:

Berita Internasional

Sikap Pangeran Terkemuka Arab Saudi Kejutkan Israel karena Palestina Tak Dibahas di KTT Bahrain

Seorang pangeran terkemuka Arab Saudi dengan keras mengkritik Israel di KTT keamanan Bahrain pada Minggu (6/12/2020).

AFP
Pangeran Turki al-Faisal, mantan Dubes AS dan Badan Intelijen Arab Saudi 

TRIBUNJATENG.COM, DUBAI - Seorang pangeran terkemuka Arab Saudi, Pangeran Turki al-Faisal dengan keras mengkritik Israel di KTT keamanan Bahrain pada Minggu (6/12/2020).

Dia yang hadir secara jarak jauh dengan Menteri Luar Negeri Israel, menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh kesepakatan lebih lanjut antara negara-negara Arab.

Israel tampaknya tidak memberi kesempatan Negara Palestina.

Baca juga: Anies Perpanjang PSBB Transisi Jakarta hingga 21 Desember, Minta Warga Disiplin Prokes

Baca juga: JK Blak-blakan Alasan Dukung Anies di Pilgub DKI Bukan Ahok, Mengaku Semua Demi Jokowi

Baca juga: Viral Video Alasan Gus Dur Bubarkan Departemen Sosial: Karena Tikusnya Sudah Kuasai Lumbung 

Baca juga: Beredar Pesan WhatsApp 6 Pedoman Pemudik Ingin Masuk Solo, Benar atau Hoaks? Ini Faktanya

Pernyataan berapi-api oleh Pangeran Turki al-Faisal di Manama Dialogue tampaknya membuat Menteri Luar Negeri Israel terkejut.

Terutama karena Israel menerima sambutan hangat dari para pejabat di Bahrain dan Uni Emirat Arab menyusul kesepakatan untuk menormalkan hubungan.

Namun, yang tidak terselesaikan oleh kesepakatan itu, adalah konflik selama puluhan tahun antara Israel dan Palestina.

Orang-orang Palestina memandang pakta itu sebagai tusukan di belakang dari sesama orang Arab dan pengkhianatan atas perjuangan mereka.

Pangeran Turki membuka pidatonya dengan membandingkan apa yang dia gambarkan sebagai persepsi Israel sebagai penegak prinsip moral yang tinggi yang cinta damai.

Berlawanan dengan yang dia gambarkan sebagai realitas Palestina yang jauh lebih gelap tentang hidup di bawah kekuasaan penjajah Barat.

Israel telah memenjarakan Palestina di kamp-kamp konsentrasi di bawah tuduhan keamanan yang paling ringan, tua dan muda, wanita dan pria, yang membusuk di sana tanpa meminta keadilan, kata Pangeran Turki.

Halaman
1234
Editor: m nur huda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved