Berita Nasional

JK Bantah Bertemu Rizieq Shihab di Arab Saudi & Biaya Pemulangan Ke Indonesia

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) membantah pernah bertemu Pemimpin Front Pembela Islam ( FPI) Rizieq Shihab di Mekkah, Arab Saudi.

Editor: m nur huda
Dok.Kompas.com
Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) membantah pernah bertemu Pemimpin Front Pembela Islam ( FPI) Rizieq Shihab di Mekkah, Arab Saudi.

Hal tersebut disampaikan Kalla menanggapi isu di dunia maya yang mengatakan bahwa ia bertemu Rizieq dan turut terlibat dalam pemulangan Pemimpin FPI itu.

“Yang jelas saya tidak ketemu (Rizieq Shihab) dan tidak bermaksud bertemu,” kata Kalla sebagaimana dikutip dari Kompas.com yang disadur dari wawancara eksklusif bersama Pemimpin Redaksi Berita Satu Claudius Boekan di kanal YouTube Berita Satu, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Respons Habib Rizieq Shihab Atas Tewasnya 6 Pengawalnya, Munarman: Beliau Sangat Sedih

Baca juga: FPI Sembunyikan Rizieq Shihab, Kapolda Metro Jaya Ultimatum Jangan Halangi Petugas

Baca juga: JK Blak-blakan Alasan Dukung Anies di Pilgub DKI Bukan Ahok, Mengaku Semua Demi Jokowi

Baca juga: Kecelakaan di Klaten KLX vs Innova, Motor Terbelah Jadi Dua Bagian

Ia lantas meluruskan isu di dunia maya yang menyatakan bahwa ia turut membiayai kepulangan Rizieq ke Indonesia dengan membawa sejumlah uang yang dimasukkan ke koper. Kalla bilang isu itu tidak masuk akal.

Sebab, membawa uang tunai dengan jumlah besar bisa ditangkap oleh pihak Imigrasi jika tujuannya tidak jelas.

Terlebih lagi, peraturan di setiap Imigrasi di hampir semua negara mengharuskan penumpang pesawat mendeklarasikan barang bawaan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Orang sekarang kalau kirim duit tidak pakai koper lagi. Kirim duit pakai koper terus ditangkap (Imigrasi). Kan ada deklarasi,” ujar Kalla.

Kalla menuturkan, kunjungannya ke Arab Saudi saat itu karena ia menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama pembangunan Museum Rasulullah Muhammad SAW yang akan dibangun di Jakarta.

Penandatanganan tersebut melibatkan Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang diwakili Komjen (Purn) Syafruddin selaku Wakil Ketua DMI dengan Abdul Rahman bin Muhammad Al Mathar selaku Deputi Eksekutif Liga Dunia.

Ketua Yayasan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam, Komjen Pol (P) Dr. Syafruddin, menyambut Ketua Dewan Pembina Yayasan Museum, Jusuf Kalla di tangga pesawat untuk menuju ke Riyadh, Arab Saudi, Jumat (23/10/2020) tengah malam. Jusuf Kalla baru tiba dari Vatikan, dan akan melanjutkan ke Riyadh dalam rangka tindak lanjut pendirian museum internasional di Jakarta.
Ketua Yayasan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam, Komjen Pol (P) Dr. Syafruddin, menyambut Ketua Dewan Pembina Yayasan Museum, Jusuf Kalla di tangga pesawat untuk menuju ke Riyadh, Arab Saudi, Jumat (23/10/2020) tengah malam. Jusuf Kalla baru tiba dari Vatikan, dan akan melanjutkan ke Riyadh dalam rangka tindak lanjut pendirian museum internasional di Jakarta. (Rilis via Kompas)

"Maksud saya ke Mekkah adalah ibadah saja. Sepulang dari Vatikan. Di samping singgah di Riyadh untuk tanda tangan, kita ibadah malah dituduh macam-macam," ujar Kalla.

Mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla bertemu Pemimpin Umat Khatolik Paus Fransiskus di Vatikan dalam rangka penjurian pemberian gelar Sayeed Award for Human and Fraternity.
Mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla bertemu Pemimpin Umat Khatolik Paus Fransiskus di Vatikan dalam rangka penjurian pemberian gelar Sayeed Award for Human and Fraternity. (Istimewa)

Oleh karena itu, keluarga Kalla pun melaporkan eks kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dan pemerhati sosial Rudi S Kamri yang menurutnya telah menggiring opini seolah ia bertemu Rizieq di Mekkah dan membantu kepulangannya ke Indonesia.

Adapun laporan ke Bareskrim Polri dilayangkan oleh putrinya, Muswirah Kalla, pada Kamis (3/12/2020).

Muswira Jusuf Kalla Saat melaporkan Ferdinand Hutahaean di Bareskrim Polri
Muswira Jusuf Kalla Saat melaporkan Ferdinand Hutahaean di Bareskrim Polri (Igman Ibrahim/Tribunnews.com)

Ferdinand dan Rudi dilaporkan dengan merujuk Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP.

Laporan itu didasari oleh twit Ferdinand yang menyatakan seseorang dengan sebutan Chaplin membawa uang sekoper ke Arab untuk melancarkan kepentingan politiknya pada tahun 2022 dan 2024.

"Hebat juga si caplin, bawa duit sekoper ke Arab, bayar ini itu beres semua. Agenda politik 2022 menuju 2024 sudah dipanasi lebih awal. Tampaknya presiden akan sangat disibukkan oleh kegaduhan rekayasa caplin demi anak emasnya si asu pemilik bus edan,” demikian bunyi twit Ferdinand yang dijadikan salah satu bukti oleh Muswirah.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jusuf Kalla: Saya Tidak Bertemu Rizieq Shihab di Mekkah"

Sumber: Kompas.com
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved