Pilkada Semarang 2020
Pasien Positif Corona Dijamin Bisa Nyoblos di Rumdin Wali Kota Semarang dan Hotel Kesambi Hijau
Sekitar 200 pemilih bakal menyuarakan hak pilihnya di tempat karantina rumah dinas Wali Kota Semarang.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekitar 200 pemilih bakal menyuarakan hak pilihnya di tempat karantina rumah dinas Wali Kota Semarang pada pesta demokrasi Pilwakot Semarang, Rabu (9/12/2020) besok.
"Sudah disiapkan oleh teman-teman KPU. Di rumdin ada 20an petugas. Tim petugas baru ada 20 orang. Kami barengkan dengan pasien rumdin. Jadi, ada sekitar 200 orang yang nyoblos di rumdin," sebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam saat meninjau kesiapan TPS di Kebonagung, Selasa (8/12/2020).
Para pemilih di rumah dinas Wali Kota Semarang, kata Hakam, akan dilayani oleh petugas KPU Kota Semarang setelah pukul 12.00. Begitu juga yang sedang isolasi di Hotel Kesambi Hijau maupun rumah sakit yang ada di Kota Semarang.
Pihaknya bersama KPU sudah mengatur terkait pencoblosan bagi para pasien Covid-19 yang bersedia menyuarakan haknya. Hanya saja, dia tidak menyebutkan secara pasti total keseluruhan pasien di Kota Semarang yang bersedia mencoblos.
"Sudah kami atur. Mereka sudah didaftarkan dulu supaya KPU menyiapkan blankonya," katanya.
Lebih lanjut, Hakam menyampaikan seluruh TPS di Kota Semarang aman. Semua petugas baik KPPS maupun pengawas TPS telah melakukam rapid test. Protokol kesehatan di TPS juga diterapkan secara ketat.
"Sudah diatur sedemikian rupa. Harapannya tidak ada klaster baru," ucapnya.
Dia menambahkan, petugas puskesmas akan berkeliling ke setiap TPS di wilayah kerja masing-masing untuk memastikan penerapan protokol kesehatan. Selain itu, TPS yang berada di dalam ruangan juga akan menjadi perhatian lebih.
"Kalau di tempat terbuka ventilasi oke. Yang di dalam ruangan perlu kami pastikan ada ventilasinya supaya udara bisa keluar masuk," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom mengatakan, KPU sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait pencoblosan bagi pasien Covid-19. Pihakny juga sudah mencetak A5 bagi mereka yang bersedia menyuarakan haknya.
"Tidak hanya untuk pasein, bagi yang disabilitas juga kami fasilitasi dengan catatan mereka mau untuk mencoblos. Kami tidak memaksakan," tegas Nanda, sapaannya.
Di sisi lain, sambung Nanda, logsitik pilkada sudah 100 persen terdistribusi ke setiap kelurahan. Distribusi ke masing-masing TPS pun mulai berjalan.
"APD sudah komplit. Logistik pemilu oke. TPS rawan banjir sudah kami pantau. Semua yang kami prediksi sejauh ini aman-aman saja. Kami terus komunikasi dengan pihak kecamatan," paparnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-dinkes-semarang-cek-tps.jpg)