Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Gubernur Ganjar Minta Warga Tak Perlu Ikut Penghitungan Suara untuk Hindari Kerumunan

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan sebaiknya masyarakat tidak melakukan aktivitas yang menimbulkan

TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat hendak memasukan surat suara ke kotak suara di TPS 02 Gajahmungkur Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan sebaiknya masyarakat tidak melakukan aktivitas yang menimbulkan kerumunan setelah proses pencoblosan pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020, Rabu (9/12/2020).

Ganjar pun meminta agar masyarakat tidak mengikuti proses penghitungan suara di TPS.

Ia mewanti-wanti agar saat proses penghitungan suara tidak ada kerumunan. Petugas diminta untuk tetap waspada.

Baca juga: Jusuf Kalla Singgung Orang Terkaya di Negeri Ini Berbisnis Rokok: Saya Ikut Bersalah

Baca juga: Ratusan Atlet Perebutkan Total Hadiah Lebih dari Rp 120 Juta di Liga PB Djarum 2020

Baca juga: Akui Dukung Anies Baswedan, Jusuf Kalla: Kalau Ahok Menang Pilkada DKI, Akibatnya ke Pak Jokowi

Baca juga: Cerita Arul Tukang Parkir Rest Area Tol Soal Penembakan Pengikut Habib Rizieq FPI

Kalau ada kerumunan yang ditimbulkan, gubernur meminta agar aparat keamanan atau kepolisian untuk membubarkannya.

"Saat hitung- hitungan, saya minta semuanya (petugas) jangan takut. Semua sudah sepakat, partai politik, penyelenggara, kepolisian jika ada yang berkerumun, langsung dibubarkan," kata Ganjar.

Semua petugas KPPS yang bertugas di TPS juga diminta untuk tegas agar jangan terjadi kerumunan saat penghitungan suara berlangsung.

Setelah menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02 Gajahmungkur, Ganjar sempat berkeliling ke sejumlah TPS untuk mengecek penerapan protokol kesehatan.

Sementara, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Abhan, mengingatkan potensi kerumunan pasca-pencoblosan dengan perayaan atau euforia kemenangan satu pasangan calon.

Ia meminta semua pihak agar menaati protokol kesehatan dalam setiap pelaksanaan pilkada 2020. Ketaatan tersebut juga harus ditunjukan saat sudah diketahui perolehan suara pasangan calon di daerah masing- masing.

"Bawaslu mengimbau kepada seluruh peserta (pilkada) dan para pendukungnya, jika merasa mendapatkan perolehan suara terbesar atau menduga sudah menang, tidak pelu dirayakan berlebihan. Apalagi, jika sampai menimbulkan kerumunan," kata Abhan saat kunjungan di Bawaslu Kabupaten Semarang dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng.

Pria yang pernah menjabat Ketua Bawaslu Provinsi Jateng ini meminta agar pasangan calon dan partai pengusung untuk menenangkan atau mengendalikan massa pendukung.

Ia merasa khawatir jika pendukung dibiarkan begitu saja untuk berkerumun di masa pandemi ini, nantinya penyebaran virus Covid-19 makin meluas.(mam)

Baca juga: Ratusan Atlet Perebutkan Total Hadiah Lebih dari Rp 120 Juta di Liga PB Djarum 2020

Baca juga: Calon Wali Kota Pekalongan Balgis Diab Target Bisa Menang 75 Persen Suara

Baca juga: TPS 024 di Perumahan Duta Bukit Mas Kota Semarang Masih Lengang

Baca juga: Cabup Blora Dwi Astutiningsing : Saya Sampai Mengorbankan Sekian Banyak

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved