Breaking News:

Pilkada Serentak

Tingkat Partisipasi Pemilih di Pengungsian Gunung Merapi Capai 80 Persen

Kabupaten Boyolali menjadi wilayah dengan perhatian khusus karena sebagian daerahnya rawan bencana Gunung Merapi.

Net
Ilustrasi Pilkada 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Kabupaten Boyolali menjadi wilayah dengan perhatian khusus karena sebagian daerahnya rawan bencana Gunung Merapi. Terlebih, di tahun ini kabupaten tersebut sedang melaksanakan Pilkada untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati untuk periode lima tahun ke depan.

Ada beberapa TPS yang masuk dalam wilayah rawan bencana di Kabupaten Boyolali. TPS tersebut berada di Desa Tlogolele, Jrakah, dan Kalah, yang diprediksi akan dipindah apabila Gunung Merapi erupsi di hari pencoblosan.

Namun berdasarkan penuturan Ketua KPU Kabupaten Boyolali, Ali Fahrudin, ada 2 TPS yang akhirnya dipindah di tempat pengungsian. TPS tersebut berada di Desa Tlogolele.

"Tadi saya mendapat laporan ada 2 TPS yang dipindah di tempat pengungsian. Tapi 4 TPS di Desa Jrakah dan 3 TPS di Desa Klakah tetap diminta untuk berada di Dukuh masing-masing. Walau ada yang berada di tempat pengungsian, tingkat partisipasi pemilih cukup tinggi yakni mencapai 80 persen," tuturnya, Rabu (9/12/2020) petang.

Ali menargetkan Kabupaten Boyolali bisa mencukupi target partisipasi pemilih nasional sebesar 77,5 persen. Dia tetap optimis, karena beberapa TPS yang disinggahinya mendapatkan partisipasi pemilih rata-rata 90 persen.

"Tadi saya mendatangi 2 TPS partisipasi pemilihnya sudah 90 persen. Saya optimis bisa mencapai target nasional," imbuhnya.

Di Pilkada kali ini, KPU Kabupaten Boyolali juga menggunakan aplikasi Sirekap untuk memudahkan rekapitulasi. Menurutnya, aplikasi tersebut sangat membantu kinerja petugas KPPS dalam melaksanakan tugasnya.

"Aplikasi tersebut sejauh ini cukup membantu kami untuk merekap hasil pungutan suara. Walaupun nanti suara yang sah tetap berdasarkan hitungan manual," tegas Ali.

Pihaknya berharap Pilkada di masa pandemi ini bisa berjalan dengan baik, tanpa ada masalah kesehatan apapun. Sebab, pihaknya sudah yakin dengan kelengkapan protokol kesehatan yang diterapkan di tiap TPS.

"Yang beda dari pemilihan sebelumnya yakni adanya situasi pandemi. Sehingga kami lebih berhati-hati supaya tidak jadi kluster penyebaran baru. Sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat dan Pilkada yang berkualitas," pungkasnya. (*)

Penulis: faisal affan
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved