Breaking News:

Berita Kesehatan

Ini Penjelasan Dokter Soal Perokok Aktif Patah Tulang Butuh Waktu Lebih Lama untuk Sembuh

Dokter spesialis orthopedi RSA UGM, dr. Luthfi Hidayat. Sp.OT (K) Hip Knee mengatakan, semua orang memiliki risiko terkena osteoporosis.

tribunjateng/hermawan handaka
ILUSTRASI gejala osteoporosis atau tulang keropos 

TRIBUNJATENG.COM - Osteoporosis umumnya banyak dijumpai pada orang dengan usia lanjut atau lansia.

Namun, penyakit ini dapat menyerang siapa saja, termasuk anak muda.

Dokter spesialis orthopedi RSA UGM, dr. Luthfi Hidayat. Sp.OT (K) Hip Knee mengatakan, semua orang memiliki risiko terkena osteoporosis.

Luthfi mengatakan terdapat beragam faktor yang memengaruhi osteoporosis.

Salah satunya dikarenakan gaya hidup tidak sehat.

Ia mencontohkan kebiasaan yang dapat memicu terjadinya osteoporosis adalah merokok.

Selain berdampak buruk bagi kesehatan jantung dan paru-paru, merokok juga bisa menyebabkan osteoporosis. Pasalnya, zat-zat yang terkandung dalam rokok seperti nikotin dapat menghambat produksi sel pembentukan tulang.

“Pada mereka yang merokok efeknya cukup lumayan. Jika mengalami patah tulang maka butuh lebih lama untuk sembuh/nyambungnya dan risiko tulang tidak nyambung juga lebih besar,” paparnya.

Selain itu, kebisaan lain seperti konsumsi alkohol dapat memengaruhi kesehatan tulang serta meningkatkan risiko osteoporosis.

Berikutnya, kebiasaan malas berolahraga atau melakukan aktivitas fisik.

Halaman
123
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved