Kalah di Pilkada, Demokrat Legowo: Menang Tidak Terbang, Kalah Tidak Patah

Partai Demokrat tidak mempersoalkan kekalahan pada Pilkada serentak 2020 di Tangerang Selatan, Kota Medan, dan Sumatera Barat.

Editor: rustam aji
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Partai Demokrat tidak mempersoalkan kekalahan pada Pilkada serentak 2020 di Tangerang Selatan, Kota Medan, dan Sumatera Barat. Sekretaris Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan, hasil hitung cepat dari berbagai lembaga merupakan cerminan yang paling memadai, dan mendekati kenyataan.

 "Tentunya dapat menerima hasil hitung cepat yang ada, termasuk Pilkada Tangsel, Kota Medan dan Pilgub Sumbar. Kami bisa menerima dan berlapang dada," papar Kamhar, Kamis (10/12) kemarin.

Menurutnya, kontestasi politik memang memiliki dinamika dan volatilitas yang tinggi, di mana ada daerah yang diperkirakan menang, ternyata belum sesuai harapan hasilnya. 

"Ada daerah yang tidak terlalu diunggulkan, ternyata hasilnya menggembirakan, dan ada yang memang hasilnya sejak awal sesuai harapan. Konsekuensi dari sebuah kontestasi tentunya ada yang menang dan ada yang kalah. Mengutip pernyataan Mas Ketum AHY, sometimes we win, some times we learn. Menang tidak terbang, kalah tidak patah," sambungnya. 

Kamhar menyakini Siti Nur Azizah yang bertarung di Pilwakot Tangerang Selatan serta Ahyar Nasution di Kota Medan dan Mulyadi di Sumatera Barat, dapat berlapang dada jika nyatanya nanti belum dapat meraih kemenangan.

 "Mereka adalah politisi-politisi yang berjiwa kesatria, yang akan berjiwa besar dan berlapang dada, serta menjadikan ini sebagai pembelajara," tutur Kamhar. 

Hingga kemarin, berdasar hitung cepat dari berbagai lembaga, Azizah berpasangan dengan Ruhamaben memperoleh sekitar 23,58 persen. Pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi hanya mendulang sekitar 45,88 persen. Kemudian, Mulyadi-Ali Mukhni memperolehan suara sekitar 26,55 persen.

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin menilai, dukungan tokoh Ustad Abdul Somad (UAS) ke Paslon Akhyar Nasution-Salman Alfarisi tak berpengaruh di Pilkada kota Medan.Pasalnya, lawan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi adalah menantu Presiden Jokowi yakni Bobby Nasution.

"Tak ada dampaknya bagi Akhyar karena yang dilawan menantu presiden.Tak ada rumusnya anak atau menantu presiden kalah," kata Ujang.

Pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman sementara unggul dalam hitung cepat KPU.Ujang menyebut, bahwa UAS adalah tokoh yang hebat, namun, dalam konteks Pilkada Medan sulit untuk mengalahkan Bobby. Ia menilai, menantu presiden itulah yang tak bisa dikalahkan oleh siapapun.

Namun, UAS akan memiliki dampak yang besar terhadap dukungan jika di daerah lain."Kebesaran UAS di daerah lain bisa saja memenangkan pilkada atau kontestasi politik lainnya," katanya.(tribun network/sen/yud)

Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved