Breaking News:

Persiapan Merger Bank BUMN Syariah Terus Dimatangkan

Kementerian BUMN menyusun strategi untuk menyinergikan infrastruktur tiga entitas bank syariah anak bank pelat merah yang akan melakukan penggabungan

Editor: Vito
Istimewa
ilustrasi - Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) meluncurkan inovasi layanan produk terbaru yakni Tabungan Bisnis, yang ditujukan bagi para pengusaha, baik perorangan maupun non perorangan. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kementerian BUMN menyusun strategi untuk menyinergikan infrastruktur tiga entitas bank syariah anak bank pelat merah yang akan melakukan penggabungan usaha.

Maklum, tiga entitas tersebut yaitu PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Mandiri Syariah, dan PT Bank BNI Syariah punya pasar yang mirip-mirip.

Ketua Project Management Office (PMO) penggabungan bank syariah Himbara, Hery Gunardi mengatakan, ada sekitar 200 cabang milik tiga entitas tersebut yang memiliki lokasi yang berdekatan, sehingga perlu direlokasi.

“Secara total ada 1.200 cabang yang dimiliki tiga bank ini, di mana ada sekitar 200 cabang yang overlapping (berdekatan-Red). Kami akan relokasi ke wilayah di mana belum ada kehadiran tiga bank ini, agar penetrasi pasar bank hasil merger dapat meningkat,” katanya, kepada Kontan, Kamis (10/12).

Menurut dia, penetrasi pasar menjadi satu tujuan utama bank syariah hasil merger ini. Sebab, Hery menuturkan, potensi industri syariah di Tanah Air sejatinya besar, tetapi belum tergarap dengan baik.

“Potensi industri syariah sangat besar. 80 persen penduduk Indonesia adalah muslim, belum lagi ada potensi Rp 4.800 triliun industri halal yang belum digarap optimal. Sementara selama ini baru sekitar 7-8 persen, sementara di Malaysia misalnya sudah 20 persen, di Timur Tengah bahkan sudah sampai 50 persen penetrasinya,” sambung Hery.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo pun optimistis bank syariah hasil merger bakal punya kedudukan yang mumpuni di kancah global.

Pascamerger, menurut dia, aset bank ditaksir akan mencapai Rp 214,65 triliun, dan akan langsung masuk dalam jajaran bank syariah terbesar di dunia.

Tiko, sapaannya, menyatakan, pada 4-5 tahun ke depan bank hasil merger akan dengan mudah masuk kelas bank umum kegiatan usaha (BUKU) 4.

“Empat sampai lima tahun pascamerger, bisa jadi BUKU 4. Kemudian valuasi bisa dua kali book value di kisaran 8 miliar dollar AS-10 miliar dollar AS,” ungkapnya. (Kontan.co.id/Anggar Septiadi)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved