Breaking News:

Berita Kendal

Semua Guru di Kendal Wajib Rapid Test Sebelum dan Sesudah Simulasi KBM Tatap Muka

Disdikbud Kab Kendal masih mematangkan konsep yang bakal diterapkan untuk simulasi KBM tatap muka.

TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal saat ini masih mematangkan konsep yang bakal diterapkan untuk melaksanakan simulasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka pada pekan kedua Januari mendatang. Satu di antara standar operasionalnya, semua guru baik di tingkat Paud, SD sederajat maupun SMP sederajat wajib dilakukan rapid test sebelum pelaksanaan.

Tidak hanya itu, keharusan tes rapid bagi guru juga dilakukan setelah simulasi KBM tatap muka selesai. Rencananya, Disdikbud akan membuka simulasi KBM tatap muka di sekolah serentak selama dua pekan bagi sekolah yang lolos pemberkasan proposal dan memenuhi semua prasyarat yang telah ditentukan.

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi menjelaskan, pada pertengahan hingga akhir Desember ini, semua sekolah dari tingkat Paud hingga SMP sederajat berhak mengajukan permohonan simulasi KBM tatap muka dengan mengirimkan proposal kepada Disdikbud.

Isinya, daftar periksa yang terdiri dari persetujuan komite, orangtua siswa, rekomendasi dari desa atau kelurahan selaku gugus tugas terkecil, memiliki SOP pencegahan Covid-19, memiliki Satgas Penanganan Covid-19 tingkat sekolah, harus memenuhi sarana dan prasaran pencegahan minimal 1 sarana cuci tangan dan handsanitizer perkelas, menyediakan minimal 2 unit thermo gun, dan menyediakan ruang isolasi untuk anak yang suhunya di atas rata-rata.

Selain itu, sekolah juga harus menyediakan akses masuk dan keluar yang berbeda, menyediakan imbauan-imbauan tentang protokol kesehatan, serta semua yang terlibat meliputi guru, tenaga pendidik maupun siswa harus dalam keadaan sehat.

"Sekolah yang berhak mengikuti simulasi ini harus lolos proposal tersebut. Nanti kami verifikasi dan validasi bersama Satgas dan juga melibatkan ikatan dokter serta Dinas Kesehatan. Kalaupun tidak lolos, terpaksa sekolah tetap menjalankan pembelajaran jarak jauh," terangnya, Jumat (11/12/2020).

Bagi yang lolos pemberkasan, kata Wahyu, semua guru yang terlibat dalam pelaksanaan simulasi KBM tatap muka selama 2 pekan nanti wajib melakukan rapid test. Adapun biayanya, Wahyu sudah berkordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memfasilitasi sebagian sekolah, dan sisanya menggunakan alokasi dana BOS masing-masing sekolah.

Adanya rapid tes dimaksudkan untuk menyaring tenaga pendidik yang dimungkinkan dalam keadaan kurang sehat untuk tidak mengikuti simulasi sementara waktu. Selain itu, kata Wahyu, semua siswa juga harus didata riwayat perjalanannya, kesehatannya, hingga kondisi kesehatan keluarga masing-masing.

"Kami juga sudah meminta masker kepada Dinas Kesehatan, saat ini semua sekolah melakukan persiapan sarprasnya masing-masing. Prinsip kami siapkan mekanisme terbaiknya dan kompleks, kami tidak ingin kecolongan di bidang pendidikan terkait Covid-19," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah tenaga kesehatan untuk melakukan rapid test guru dan tenaga pendidik secara massal nantinya. Katanya, tes rapid rencananya dilaksanakan dua kali untuk memaksimalkan pencegahan dan evaluasi.

Halaman
123
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved