Breaking News:

Berita Purbalingga

Anak-anak Pengungsi Desa Tumanggal Purbalingga Ikuti Trauma Healing Polisi

Bencana alam acap menyisakan trauma mendalam bagi para korban, begitu pun sebagian warga Desa Tumanggal.

Istimewa
Trauma healing untuk anak anak korban longsor di Desa Tumanggal Kecamatan Pengadegan, Sabtu (12/12/2020). 

TRIBUN BANYUMAS. COM, PURBALINGGA - Bencana alam acap menyisakan trauma mendalam bagi para korban. Begitu pun sebagian warga Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga yang berduka karena longsor. Anak-anak pun ikut dirundung trauma akibat bencana yang masih mengancam. 

Karenanya, selain bantuan fisik, para korban butuh pendampingan psikologis agar rasa trauma mereka tak berkepanjangan. 
Satlantas Polres Purbalingga memberikan trauma healing bagi anak-anak korban bencana alam tanah bergerak di Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten PurbaIingga. Trauma healing diberikan di lokasi pengungsian SD Negeri 2 Tumanggal, Sabtu (12/12/2020).

Melalui kegiatan itu, pihaknya mencoba memberikan motivasi dan membangkitkan semangat anak-anak korban bencana alam di lokasi pengungsian. 

"Tujuannya untuk menghilangkan rasa takut atau trauma karena mengalami langsung kejadian bencana alam," ucap La Satlantas Polres Purbalingga AKP Fadli, Sabtu (12/12/2020) 

Dalam kegiatan itu,  anak-anak diajak untuk bermain dan bernyanyi bersama. Uniknya, media wayang lalu lintas digunakan untuk menarik antusiasme anak-anak. Pihaknya juga membagikan makanan ringan dan masker bagi anak-anak yang ada di pengungsian.

Kegiatan ini, kata dia, merupakan wujud kepedulian sosial polisi terhadap anak-anak korban bencana alam. 

"Semoga bisa bermanfaat dan mampu menghilangkan trauma anak-anak serta meringankan beban korban bencana alam," ucapnya.

Seperti diketahui, bencana alam berupa tanah bergerak terjadi di wilayah Dusun Pagersari, Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten PurbaIingga, Kamis (3/12/2020). Akibatnya, puluhan bangunan rumah mengalami kerusakan baik ringan, sedang maupun berat. Selain kerusakan rumah, ratusan warga harus mengungsi di tempat yang lebih aman. 

Tim ahli dari Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Provinsi Jateng dan Fakultas Geologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto sudah melakukan pengecekan di lokasi bencana alam. Hasilnya akan disampaikan untuk menentukan langkah selanjutnya penanganan korban bencana alam tersebut. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved