Berita Jateng

Bawaslu Ingatkan Potensi Kecurangan saat Rekapitulasi Suara Hasil Pilkada di Jateng

Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini sedang melakukan proses rekapitulasi penghitungan suara pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: galih permadi
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng, Muhammad Rofiuddin saat menghadiri rapat koordinasi sosialisasi pengawasan dengan stakeholder dan masyarakat di Hotel Dewi Ratih Batang, Rabu (23/11/2018). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini sedang melakukan proses rekapitulasi penghitungan suara pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 di berbagai daerah.

Menurut jadwal KPU, penghitungan akan dilakukan maksimal sampai 26 Desember 2020. Rekapitulasi dilakukan berjenjang dari tempat pemungutan suara (TPS), desa, kecamatan, hingga kabupaten.

Rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan sejak pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada 9 Desember 2020 lalu.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah menekankan kegiatan pleno rekapitulasi suara di semua tingkatan tetap harus mengedepankan protokol kesehatan (prokes).

"Bawaslu Jateng mengingatkan agar proses rekapitulasi dilakukan sesuai dengan aturan yang ada.

Rekapitulasi juga harus tetap mentaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Selalu pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, tak boleh berkerumun adalah bagian dari kewajiban yang harus dilakukan dalam rapat rekapitulasi," kata Koordinator Divisi Humas Bawaslu Jateng, Rofiuddin, Minggu (13/12/2020).

Di Jateng, kata dia, rata-rata baru terjadwal rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan mulai 11 Desember kemarin.

Menurutnya, jajaran Bawaslu di Jateng akan tetap terus mengawasi dan mengawal proses rekapitulasi.

"Jangan pernah ada pelanggaran dalam semua tahapan, termasuk dalam tahapan rekapitulasi. Misalnya, dalam rekapitulasi jangan pernah ada tindakan kecurangan," tegasnya.

Kecurangan dalam rekapitulasi yang dimaksud yakni melakukan tindakan mengubah hasil perolehan suara pasangan calon.

Atau melakukan tindakan curang dengan adanya pihak-pihak yang membuka kotak suara tersegel di luar rapat rekapitulasi.

Bawaslu juga mengimbau kepada semua pihak, terutama para paslon, tim kampanye, tim sukses, bahwa hasil resmi terkait dengan perolehan suara adalah menunggu rekapitulasi hasil penghitungan suara.

"Jika ada pihak-pihak tertentu yang merasa memperoleh suara tertinggi, kami mengimbau agar tak dilakukan dengan euforia yang berlebihan.

Misalnya dengan cara-cara menggelar acara yang berpotensi berkerumun atau jangan melakukan konvoi- konvoi maupun menggelar pertemuan-pertemuan yang melibatkan orang banyak," tandasnya.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved